7 Hari Nihil, Pencarian Penumpang Kapal Batu Mandi yang Jatuh di Selat Sunda Resmi Dihentikan
- Lampung.viva
Bakauheni, Lampung – Operasi pencarian terhadap seorang penumpang KMP Batu Mandi bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu yang diduga terjatuh ke laut di Perairan Selat Sunda resmi dihentikan oleh Tim SAR Gabungan. Penghentian ini dilakukan setelah proses penyisiran selama tujuh hari berturut-turut tidak membuahkan hasil.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, batas maksimal pencarian intensif adalah satu pekan. Sebagai penutup operasional, pihak keluarga didampingi petugas langsung menggelar prosesi tabur bunga di titik lokasi diduga jatuhnya korban.
Suasana haru dan histeris mewarnai jalannya prosesi tabur bunga di tengah laut. Ibunda korban tak kuasa menahan air mata dan terus memanggil nama anaknya di tepi sekoci. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, personel Tim SAR tampak sigap menjaga dan memegang bahu ibu korban.
Meski dengan berat hati harus menerima kenyataan bahwa jasad korban belum ditemukan, pihak keluarga tetap menaruh harapan besar.
"Kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras membantu proses pencarian selama tujuh hari ini. Namun, kami tetap berharap Zora bisa ditemukan suatu hari nanti, walaupun operasi resmi telah ditutup," ujar S. Siregar, perwakilan keluarga korban.
Sementara itu, Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezi Baskara, mengimbau kepada masyarakat pesisir dan para nelayan Selat Sunda yang beraktivitas mencari ikan untuk segera melapor ke petugas terdekat jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban di laut.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengungkapkan kronologi bermula sekitar pukul 01.42 WIB saat kapal feri KMP Batumandi sedang mengapung bersiap untuk proses bersandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni.
Saat kru pramugari mengimbau seluruh penumpang melalui pengeras suara untuk turun ke dek kendaraan, seorang ibu mendatangi pos petugas dengan panik melaporkan bahwa anak perempuannya hilang dan belum kembali ke dalam mobil. Petugas sempat melakukan panggilan nama korban berulang kali, namun tidak ada respons.
"Setelah menyisir seluruh sudut kapal, kru bersama petugas keamanan akhirnya menemukan sepasang sepatu dan jaket milik korban tertinggal di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu," kata Rezie Kuswara.