Begini Cara Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Menjaga Keselamatan Pengguna Jalan 24 Jam
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar bukan hanya menjadi gerbang awal Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), tetapi juga ditopang sistem pemantauan dan layanan darurat yang bekerja tanpa henti selama 24 jam.
Di balik kelancaran arus kendaraan yang melintasi ruas sepanjang sekitar 140 kilometer itu, ratusan kamera pengawas, petugas patroli, ambulans, hingga tim penyelamat disiagakan untuk merespons berbagai kondisi di lapangan.
Suasana sentra komunikasi (catatan: pengambilan gambar telah izin)
- Foto Dokumentasi Riduan
Media Handling Supervisor PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll Road, Ilham Fachrul Rosadi, mengatakan ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar merupakan ruas pertama Jalan Tol Trans Sumatera yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019.
Kehadiran ruas ini menjadi tonggak awal pembangunan jaringan jalan tol yang menghubungkan berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
"Ruas ini menjadi gerbang awal Jalan Tol Trans Sumatera sekaligus jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Provinsi Lampung," kata Ilham saat kegiatan media visit di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Saat ini, pengelola mengoperasikan 289 kamera CCTV yang tersebar di sepanjang ruas tol dan terhubung dengan pusat kendali (command center) yang beroperasi selama 24 jam.
Sistem tersebut didukung 26 Variable Message Sign (VMS), 68 perangkat komunikasi radio, 30 gardu transaksi, serta 57 kendaraan operasional untuk menunjang pelayanan di lapangan.
Untuk mempercepat penanganan keadaan darurat, sembilan kendaraan patroli ditempatkan di tiga wilayah operasional, yakni Bakauheni–Sidomulyo, Sidomulyo–Natar, dan Natar–Terbanggi Besar. Pengelola menargetkan waktu respons maksimal 30 menit terhadap setiap laporan yang diterima.
Proses towing mobil tumbukan di tol
- Foto Dokumentasi Riduan
Selain patroli, layanan darurat juga diperkuat dengan tim rescue, enam unit ambulans, serta layanan derek gratis hingga gerbang tol terdekat bagi kendaraan yang mengalami gangguan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tol Bakauheni–Terbanggi Besar memiliki 11 gerbang tol yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Lampung, mulai dari Bakauheni Selatan hingga Terbanggi Besar. Jalan tol ini juga dilengkapi sembilan simpang susun yang menghubungkan akses menuju jalan nasional dan kawasan sekitarnya.
Dari sisi kenyamanan pengguna, tersedia 12 rest area yang tersebar di kedua arah perjalanan. Delapan di antaranya merupakan rest area Tipe A yang telah dilengkapi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sedangkan empat lainnya merupakan rest area Tipe B.