Hari Kedua Pencarian, Remaja 19 Tahun yang Jatuh dari KMP Batumandi di Selat Sunda Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan sisir Pulau Panjurit cari penumpang hilang.
Sumber :
  • Istimewa

Bakauheni, Lampung – Tim SAR Gabungan memperluas radius penyisiran di perairan Selat Sunda guna mencari Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi yang dilaporkan hilang tenggelam. 

img_title Dua Hari Hilang Usai Perahu Dihantam Kapal Lain, Nelayan Dente Teladas Ditemukan Meninggal Dunia

Hingga operasi hari ketiga pada Sabtu (11/7/2026), keberadaan korban belum berhasil ditemukan akibat kuatnya arus bawah laut.

Remaja asal Indihiang tersebut diduga kuat terjatuh ke laut di sekitar perairan Pulau Panjurit, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, saat kapal bersiap memasuki alur sandar pelabuhan pada Kamis (9/7/2026) dini hari sekira pukul 01.42 WIB.

img_title Pangkas Waktu Truk Jadi 2 Menit, ASDP Resmikan Sistem Sterilisasi di 6 Pelabuhan Utama

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menjelaskan kronologi hilangnya korban terungkap saat kru kapal mengimbau seluruh penumpang bus untuk kembali ke kendaraan masing-masing menjelang bersandar. Orang tua korban seketika panik karena anaknya tidak kunjung kembali.

Meskipun nama korban telah dipanggil lima kali melalui pengeras suara kapal, tidak ada respons sama sekali. Kru KMP Batumandi kemudian melakukan penyisiran mandiri di seluruh sudut dek penumpang.

img_title Terapkan 'Face Recognition' dan Boom Gate, ASDP Bakauheni Perkuat Keamanan dan Keselamatan Pelabuhan

"Dugaan korban terjatuh diperkuat setelah kru menemukan sepasang sepatu dan jaket yang diyakini milik korban tertinggal di area tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan. Pihak kapal langsung melakukan panggilan darurat dan berkoordinasi dengan kami," terang Rezie.

Menyikapi laporan darurat tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Bakauheni, Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, dan ASDP langsung menerjunkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 untuk menyisir titik koordinat awal.

Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, Iptu Panpan Hermayadi, menambahkan bahwa berdasarkan evaluasi pergerakan arah angin dan pemetaan prediksi arus laut, radius pencarian hari kedua resmi diperluas.

"Penyisiran kami fokuskan melingkari perairan Pulau Panjurit, Pulau Rimau, jalur utama perlintasan kapal, hingga menyisir wilayah garis pantai terdekat. Kami juga telah memancarkan imbauan kepada kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Sunda untuk segera melapor jika melihat objek mencurigakan," kata Iptu Panpan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga dan melanjutkan penyisiran di tengah kondisi gelombang Selat Sunda yang dinamis. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari nakhoda serta para saksi untuk mendalami kepastian kronologi insiden tersebut. (*)