PGN Raih Penghargaan Tata Kelola, Perkuat GCG di Tengah Disrupsi AI
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Komitmen tersebut berbuah penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026 dari Warta Ekonomi sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan menjaga integritas dan transparansi di tengah tantangan bisnis yang semakin kompleks.
Dalam ajang yang digelar Warta Ekonomi pada 30 Juni 2026, PGN menerima penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Supporting National Energy Diversification and Transition untuk kategori minyak dan gas.
Penghargaan itu diberikan setelah PGN dinilai mampu mempertahankan praktik tata kelola yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, serta pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, mengatakan penghargaan tersebut menjadi cerminan konsistensi perusahaan dalam menjalankan bisnis secara berintegritas, transparan, dan akuntabel.
"Tahun 2026 membawa lanskap bisnis baru bagi PGN sebagai dampak fragmentasi geopolitik global maupun perkembangan AI yang dapat mendisrupsi kegiatan operasional perusahaan. Kami merespons tantangan tersebut dengan memperkuat keamanan data, akuntabilitas penggunaan teknologi, serta meningkatkan kompetensi digital internal tanpa mengesampingkan prinsip GCG sebagai kompas utama perusahaan," ujar Eri.
Sebagai Subholding Gas Pertamina yang bergerak di bidang transmisi dan niaga gas bumi, PGN memandang penguatan tata kelola menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai risiko, mulai dari perubahan regulasi, ketidakpastian geopolitik, hingga transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PGN terus mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses bisnis inti, termasuk pemanfaatan AI dan analitik data untuk mendukung operasional serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Bersamaan dengan itu, perusahaan memperkuat sistem keamanan siber melalui pengembangan aspek sumber daya manusia, proses bisnis, dan teknologi, sekaligus meningkatkan tata kelola teknologi informasi serta kepatuhan terhadap regulasi.
Digitalisasi yang kini telah diterapkan pada seluruh rantai bisnis gas bumi, mulai dari operasi dan pemeliharaan aset, pengelolaan jaringan distribusi, hingga pelayanan pelanggan, turut diimbangi dengan sistem keamanan informasi yang diklaim telah mencapai tingkat perlindungan optimal sepanjang 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data perusahaan.