Hanya Gara-gara Undangan Khitanan, Warga Lampung Timur Tewas Ditembak Tetangga di Bagian Kepala

Polisi buru penembakan tetangga hingga tewas di Desa Negeri Agung, Lampung Timur.
Sumber :
  • Lampung.viva

Lampung Timur, Lampung – Kasus pembunuhan sadis menggemparkan warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur. 

img_title Kesadaran Kamtibmas Meningkat, Warga Mesuji Serahkan 80 Pucuk Senjata Api Rakitan ke Polisi

Seorang pria bernama Pendi (42) tewas mengenaskan setelah ditembak di bagian kepala oleh tetangganya sendiri, Andi Rustam alias Popon, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban yang juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pelaku, diduga dieksekusi jarak dekat menggunakan senjata api (senpi) rakitan. Usai menembak korban, pelaku langsung melarikan diri.

img_title Kepala Dibenturkan ke Tembok, Siswi Korban Perundungan di Lampung Timur Mengalami Lebam dan Trauma

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, peristiwa berdarah ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait penyebaran undangan pesta khitanan anak pelaku yang rencananya akan digelar pada tanggal 6 atau 7 Juli ini.

Awalnya, pelaku Popon menanyakan perkembangan surat undangan yang sebelumnya ia titipkan kepada Pendi untuk disebarkan ke warga desa tetangga. 

img_title Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Sukabumi, Satu Orang Penumpang Motor Meninggal Dunia

Karena korban tidak bisa membaca, korban berinisiatif menitipkan kembali tumpukan undangan tersebut kepada rekannya agar tidak salah alamat.

Mendengar pengakuan itu, pelaku diduga tersinggung dan merasa tidak dihargai. Popon yang tersulut emosi langsung mencabut senpi rakitan dari pinggangnya dan menembak tepat di bagian kepala korban hingga tewas di tempat.

Ayah korban, Dul Latif, mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka hubungan bertetangga dan kerabat itu berakhir tragis. Dirinya baru mengetahui kejadian setelah dikabari oleh warga sekitar.

"Saya kurang tahu pasti masalah apa yang membuat keduanya ribut sampai senekat itu. Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah, tidak di lokasi," ujar Dul Latif lemas.

Mendapat laporan warga, tim gabungan Polres Lampung Timur dan Polsek Gunung Pelindung langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. 

Guna kepentingan penyelidikan dan pembuktian hukum, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung di Bandar Lampung untuk menjalani autopsi.

Hingga saat ini, Tim Opsnal Satreskrim Polres Lampung Timur masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku Popon yang identitas dan ciri-cirinya telah dikantongi petugas. (*)