Sat Polairud Polres Lampung Selatan Patroli Gunung Anak Krakatau, Wisatawan Diimbau Tidak Mendekat

Sat Polairud Polres Lampung Selatan patroli Gunung Anak Krakatau, wisatawan diimbau tidak mendekat.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Selatan, Lampung – Jajaran Sat Polairud Polres Lampung Selatan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung menggelar patroli gabungan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Minggu (28/6/2026). 

img_title Anak Krakatau Naik ke Level III, Winarti Dorong Mitigasi dan Minta Warga Tak Terpancing Hoaks

Langkah preventif ini dilakukan menyusul status gunung api tersebut yang hingga kini masih berada pada Level II (Waspada).

Patroli yang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, S.H., ini bertujuan untuk memastikan tidak ada aktivitas pendakian maupun kapal wisata yang mendekat ke zona terlarang yang membahayakan keselamatan jiwa.

img_title Anak Krakatau Naik Status Jadi Siaga Level III (Siaga), Jarak Aman Jadi 5 Km

Tim gabungan memulai perjalanan dari Lampung Selatan sejak Sabtu (27/6/2026) malam dan tiba di lokasi pada Minggu pagi. 

Setibanya di sana, personel langsung melakukan monitoring aktivitas vulkanik serta memasang banner peringatan keras mengenai larangan mendekati maupun mendaki area Gunung Anak Krakatau.

img_title Gunung Anak Krakatau Pancarkan Sinar Api, Asap Kelabu Tebal Membubung 200 Meter

Selain memasang atribut peringatan, petugas juga melakukan pendekatan dialogis dengan mendatangi kapal-kapal wisata yang melintas di sekitar kawasan. Nahkoda dan wisatawan diberikan pemahaman mengenai risiko ancaman keselamatan akibat aktivitas vulkanik yang tidak menentu.

"Patroli gabungan ini kami laksanakan untuk memastikan tidak ada kapal wisata maupun pengunjung yang nekat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tegas Iptu Panpan Hermayadi di lokasi patroli.

Selain mengawasi pergerakan kapal di laut, Sat Polairud juga memberikan peringatan tegas kepada para pelaku usaha wisata. 

Agen perjalanan maupun operator kapal diminta untuk tidak menawarkan paket perjalanan yang melintasi atau mendarat di kawasan Gunung Anak Krakatau selama statusnya belum dinyatakan aman.

"Kami mengimbau seluruh operator kapal dan agen perjalanan untuk mematuhi rekomendasi pemerintah. Jangan memaksakan membawa wisatawan mendekat hanya demi kepentingan bisnis, karena risiko keselamatan di gunung api aktif sangat tinggi," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan BKSDA memastikan akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan rutin guna memastikan kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan di zona gunung api aktif tersebut. (*)