Gandeng TNI dan Brimob, Polres Morowali Utara Gelar Donor Darah Peringati HUT Bhayangkara
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Morowali Utara menggelar aksi kemanusiaan berupa bakti kesehatan donor darah di Aula Atmani Wedana Mapolres setempat, Rabu (17/6/2026).
Aksi sosial ini menjadi langkah strategis kepolisian dalam membantu Palang Merah Indonesia (PMI) menjaga dan mengamankan ketersediaan stok darah bagi kebutuhan medis darurat di Kabupaten Morowali Utara.
Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, S.I.K., yang memantau langsung jalannya kegiatan menjelaskan bahwa donor darah ini terselenggara atas kerja sama erat dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Morowali Utara.
Untuk memaksimalkan jumlah kantong darah, Polres Morowali Utara menggandeng berbagai unsur lintas instansi demi memperkuat sinergitas di lapangan.
"Kami melibatkan seluruh personel Polres, Polsek jajaran, pengurus Bhayangkari, serta bersinergi dengan rekan-rekan TNI dari Yonif TP 825/GYS dan personel Brimob Kompi I Batalyon C Pelopor. Harapan kami, pasokan darah di rumah sakit tetap aman sehingga pasien yang butuh transfusi cepat bisa langsung terlayani," kata AKBP Reza Khomeini.
Sementara itu, Kasidokkes Polres Morowali Utara, Aiptu Guntoro Eko Saputra, menegaskan seluruh proses pengambilan darah dilakukan secara ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. Setiap calon pendonor wajib melalui skrining, mulai dari cek tekanan darah hingga kadar hemoglobin (Hb).
Dari total 50 orang pendaftar yang hadir di lokasi, tim medis berhasil mengumpulkan sebanyak 17 kantong darah steril dengan rincian golongan darah A sebanyak 1 kantong, golongan darah B sebanyak 3 kantong, golongan darah O sebanyak 9 kantong dan golongan darah AB sebanyak 4 kantong.
Terkait adanya 33 pendaftar yang dinyatakan gugur atau tidak bisa mendonorkan darahnya, Aiptu Guntoro menjelaskan hal tersebut murni karena faktor keselamatan medis.
"Sebanyak 33 orang terpaksa ditunda karena belum memenuhi syarat, dominan akibat kadar Hb rendah atau tekanan darah tinggi (hipertensi). Penundaan ini penting untuk mencegah risiko anemia pada pendonor serta memastikan kualitas darah yang disalurkan nanti benar-benar aman bagi pasien," pungkasnya. (Dji)