Satu Jenazah ABK KM Arof Dievakuasi dari Pantai Way Kambas, Nakhoda Masih Hilang

Tim SAR Gabungan temukan satu ABK KM Arof dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Way Kambas.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Timur, Lampung – Pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Arof di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, membuahkan hasil pada hari keempat operasi, Rabu (17/6/2026). Tim SAR Gabungan berhasil menemukan salah satu korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.

img_title Hari Kedua Pencarian, Remaja 19 Tahun yang Jatuh dari KMP Batumandi di Selat Sunda Belum Ditemukan

Korban yang ditemukan diidentifikasi sebagai Suarna (45), Anak Buah Kapal (ABK) asal Cirebon, Jawa Barat. Jenazah korban langsung dievakuasi ke fasilitas medis terdekat setelah berhasil dibawa ke daratan.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengungkapkan bahwa jasad Suarna pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh nelayan setempat yang sedang melintas. Korban ditemukan terdampar di bibir Pantai Way Kambas pada koordinat 4°58'25.38" LS dan 105°55'40.98" BT.

img_title Penumpang Perempuan asal Jabar Diduga Terjun ke Laut dari KMP Batumandi dekat Pulau Panjurit

"Posisi penemuan korban berjarak sekitar lima mil laut dari lokasi awal tenggelamnya kapal. Begitu menerima laporan dari nelayan, Tim SAR Gabungan segera menuju lokasi untuk verifikasi identitas dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Labuhan Maringgai," kata Rezie, Rabu (17/6/2026).

Dengan ditemukannya Suarna, fokus operasi kemanusiaan kini beralih sepenuhnya untuk mencari satu korban tersisa, yaitu Tarno (50), nakhoda KM Arof yang juga merupakan warga Cirebon.

img_title Dua Hari Dicari, Remaja yang Tenggelam Saat Tolong Temannya di Way Sekampung Ditemukan Tewas

Sebelumnya, pada hari ketiga operasi SAR, Selasa (16/6), Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian hingga radius sekitar 55 mil laut dengan melibatkan dua SRU. Pencarian juga diperkuat dengan koordinasi dan penyebaran informasi kepada Vessel Traffic Service (VTS) Panjang dan VTS Merak. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Puskesmas Labuhan Maringgai, pihak keluarga korban, serta nelayan setempat.

"Pencarian terhadap korban yang masih hilang akan kembali dilanjutkan pada Kamis (18/6) mulai pukul 07.00 WIB dengan harapan korban segera dapat ditemukan.", tutup Rezie. (*)