Kelakar Presiden Prabowo di Munas HIPMI Lampung: Berani Khianati NKRI, Malam-Malam Saya Gentayangi!
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali mencuri perhatian publik lewat perpaduan narasi kebangsaan yang heroik sekaligus jenaka. Saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kota Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), Prabowo berseloroh akan tetap mengawasi komitmen para pengusaha muda, bahkan jika dirinya kelak sudah tiada.
Kelakar bernada "horor" tersebut dilontarkan Presiden di hadapan ribuan peserta Munas saat membahas peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan unik ini bermula saat Presiden Prabowo memaparkan optimismenya mengenai masa depan Indonesia tepat di 100 tahun kemerdekaan nanti. Ia menargetkan Indonesia mampu melesat menjadi kekuatan ekonomi keempat terbesar di dunia, membayangi China, Amerika Serikat, dan India.
"Kalau kita pandai, pada tahun 2045 kita bisa menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia," ujar Prabowo.
Kepala Negara kemudian membayangkan dirinya akan terus memantau pergerakan para pengusaha muda dari kediamannya di Hambalang, Bogor, hingga 20 tahun ke depan saat usianya menginjak 94 tahun.
"Saya nanti di Hambalang akan monitor kalian di bawah, kalau belum dipanggil Yang Maha Kuasa," imbuhnya.
Namun, Presiden yang lahir pada 17 Oktober 1951 ini tidak menampik bahwa takdir usia berada di tangan Tuhan. Ia pun berseloroh mengenai caranya tetap melakukan fungsi pengawasan jika ajal telah menjemputnya terlebih dahulu.
"Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, aku lihat, tetap saya monitor kalian," kata Prabowo yang langsung memicu tawa riuh para peserta Munas.
Dengan gaya bicaranya yang khas dan ekspresif, Prabowo melanjutkan kelakarnya dengan memberikan peringatan keras bernada jenaka kepada siapa saja yang berani mengkhianati bangsa dan negara.
"Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau. Jangan main-main kau. Kau melanggar, berkhianat dari Merah Putih, aku turun cari kau," tegas Prabowo sambil tersenyum.
Pernyataan spontan tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial. Kendati disampaikan dalam suasana santai dan penuh tawa, pesan substantif Presiden Prabowo dinilai tetap tersampaikan secara mendalam, yakni sebuah peringatan ideologis agar generasi muda tidak sekali-kali mengkhianati amanat konstitusi dan kepentingan nasional demi keuntungan pribadi. (*)