Cerita Presiden Prabowo Pakai Mobil Maung: Pernah Bocor dan Bunyi 'Geledak-Geledak' Tapi Tetap Bangga

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, LampungPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berbagi pengalaman unik sekaligus jenaka selama menggunakan Maung, kendaraan taktis produksi PT Pindad yang kini menjadi mobil dinas kepresidenannya. Di hadapan para pengusaha muda, ia blak-blakan mengaku sempat menemukan sejumlah kekurangan teknis pada mobil tersebut.

img_title Tinjau Dua Sekolah di Natar, Kajati Lampung Pastikan Program MBG Bebas Kendala

Cerita menggelitik itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kota Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Presiden Prabowo menceritakan salah satu momen menggelikan saat dirinya sedang tertidur pulas di dalam mobil MV3 Garuda Limousine tersebut di tengah guyuran hujan deras.

img_title Kecelakaan Maut Tol Terpeka KM 187: Satu Keluarga asal Lahat Tewas, Hanya Anak Perempuan 17 Tahun yang Selamat

"Saya ini suka tidur di mobil. Suatu saat saya lagi tidur, tahu-tahu karena hujan deras di luar, ada bunyi tek, tek. Saya bangun, rupanya bocor! Ya namanya barang baru, ya kan. Saya kirim kembali lah ke Pindad. Saya bilang, 'Pindad, tolonglah bocornya dikurangi'," seloroh Prabowo yang langsung disambut tawa riuh peserta Munas.

Tak hanya bocor, Mantan Menteri Pertahanan ini juga mengungkapkan pengalamannya saat menjajal mobil tersebut membelah medan perbukitan. Kendaraan dinasnya itu sempat mengeluarkan suara bising di bagian kolong.

img_title BI Lampung Bekali Jurnalis Memahami Isu Ekonomi

"Habis itu pakai mobil naik gunung, bunyinya geledak-geledak, geledak-geledak. Tapi geledak tidak apa-apa. Demi nasionalisme, saya tetap pakai mobil ini," tegas Presiden.

Kendati memiliki banyak catatan evaluasi, Prabowo menegaskan bahwa keputusannya menumpangi Maung sejak hari pertama menjabat pada 20 Oktober 2024 adalah bentuk komitmen ideologis. Sebagai pemimpin negara, ia merasa wajib memberikan keteladanan nyata dalam menggunakan produk buatan anak bangsa.

Ia kemudian menganalogikan mobil nasional tersebut seperti pakaian atau sepatu pemberian orang tua yang harus selalu dibanggakan oleh anaknya, meski belum sesempurna milik orang lain.

"Mau bagus, mau bocor, mau geledak-geledak, mobil itu buatan anak-anak Indonesia. Berarti lahir dari ibu kita, Ibu Pertiwi. Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya dan bangga dengan mobil buatan Indonesia sendiri," jelasnya.

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa program hilirisasi industri merupakan harga mati untuk membangun kedaulatan manufaktur nasional. Ia menantang para pengusaha muda di bawah bendera HIPMI untuk mengambil peran besar dalam kebangkitan industri domestik agar pasar ekonomi Indonesia sepenuhnya dapat dinikmati oleh putra-putri bangsa. (*)