Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung, Jadi yang Pertama di Kebun Binatang se-Sumatera
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Seekor bayi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung pada Jumat dinihari, 5 Juni 2026. Anak gajah berjenis kelamin betina itu lahir dari pasangan indukan Mega dan Aris, yang selama ini menjadi bagian dari program konservasi di lembaga tersebut.
Manager Taman Satwa Lembah Hijau Lampung, Rasyid Ibransyah, mengatakan bayi gajah itu lahir secara normal pada pukul 02.51 WIB. Saat dilahirkan, bobotnya mencapai 123 kilogram.
“Alhamdulillah telah lahir kembali bayi Gajah Sumatera dari pasangan indukan Mega dan Aris di Lembah Hijau. Kondisi indukan dan bayi gajah sehat. Saat lahir berat bayi gajah 123 kilogram,” kata Rasyid dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.
Mega merupakan gajah betina berusia 27 tahun, sedangkan Aris berusia 29 tahun. Keduanya sebelumnya juga berhasil menghasilkan seekor anak gajah jantan yang lahir pada 7 Agustus 2022 dan diberi nama Rawana.
Menurut Rasyid, kondisi induk dan anak gajah saat ini dalam keadaan sehat. Tim mahout dan tenaga medis Taman Satwa Lembah Hijau masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan keduanya tetap dalam kondisi baik selama masa perawatan awal.
Kelahiran ini menjadi catatan penting bagi upaya konservasi satwa di Sumatera. Sebab, bayi gajah tersebut lahir melalui program pengembangbiakan secara ex-situ atau di luar habitat alaminya.
Rasyid menyebut kelahiran tersebut merupakan yang pertama terjadi di lingkungan kebun binatang di Pulau Sumatera.
“Kelahiran bayi Gajah Sumatera secara ex-situ di Lembah Hijau ini merupakan yang pertama di kebun binatang se-Sumatera,” ujarnya.
Kabar kelahiran itu menambah daftar keberhasilan program konservasi yang dijalankan Taman Satwa Lembah Hijau.
Sebelumnya, pada 14 Februari 2026, lembaga konservasi tersebut juga mencatat kelahiran dua ekor Harimau Sumatera.
Rasyid berharap kelahiran bayi gajah itu dapat menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian satwa endemik Sumatera yang populasinya terus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kehilangan habitat hingga konflik dengan manusia.
“Semoga kelahiran ini menjadi penyemangat bagi upaya konservasi Gajah Sumatera dan memberikan optimisme terhadap keberlanjutan populasinya di masa mendatang,” kata dia.