Kereta Ekonomi Tetap Diminati, KA Rajabasa Dominasi Jumlah Penumpang di Lampung

KA Rajabasa
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat sebanyak 498.185 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode Januari hingga Mei 2026. 

img_title Wapres Gibran Tinjau Tol Palembang–Betung dan Jambi, Dorong Akselerasi Koridor Utama Jalan Tol Trans Sumatera

Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai moda perjalanan antardaerah.

Dari total pelanggan tersebut, Kereta Api Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati pulang-pergi masih menjadi layanan dengan jumlah penumpang tertinggi. Kereta kelas ekonomi itu tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai keperluan perjalanan.

img_title Rel Kereta Sepanjang 1,5 Kilometer Dicuri di Way Kanan, Kerugian KAI Capai Rp1,46 Miliar

Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan tingginya jumlah pelanggan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kereta api ekonomi masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah kebutuhan mobilitas masyarakat.

“KA Rajabasa menjadi salah satu layanan favorit masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau, jadwal perjalanan yang konsisten, serta memberikan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan,” kata Zaki dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.

img_title BI Lampung Bekali Jurnalis Memahami Isu Ekonomi

Menurut dia, layanan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk beragam kebutuhan, mulai dari bekerja, pendidikan, hingga kunjungan keluarga dan aktivitas sosial lainnya.

Selain mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan, KAI Divre IV Tanjungkarang juga membukukan capaian positif dalam aspek operasional. Selama periode Januari hingga Mei 2026, rata-rata kedatangan kereta api tercatat lebih cepat dibandingkan jadwal yang telah ditetapkan.

Pada Januari, total percepatan waktu kedatangan mencapai 34,33 menit. Angka tersebut meningkat menjadi 45,18 menit pada Februari dan 39,65 menit pada Maret. Sementara pada April dan Mei, percepatan kedatangan masing-masing tercatat 29,77 menit dan 28,78 menit.

Zaki mengatakan ketepatan waktu menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan transportasi kereta api. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari pengelolaan operasional yang dilakukan secara optimal serta koordinasi yang baik di lapangan.

“Melalui pengelolaan operasional yang optimal serta koordinasi yang baik di lapangan, KAI terus berupaya menghadirkan perjalanan yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas layanan, KAI Divre IV Tanjungkarang terus melakukan berbagai perbaikan, mulai dari perawatan sarana dan prasarana, peningkatan kebersihan kereta dan stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

Halaman Selanjutnya
img_title