Di Ruang Tamu Sederhana Itu, Persahabatan Mengalahkan Sekat Jabatan

Kunjungan Irjen Pol Helmy Santika di Bandar Lampung
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Gelak tawa tiba-tiba memecah kesunyian di sebuah rumah sederhana di Perumahan Griya Damai, Bandar Lampung, Jumat siang, 29 Mei 2026.

img_title Sengketa Berita Bukan Pidana, Dewan Pers Tegaskan Polri Wajib Koordinasi Terkait Laporan Jurnalis

 

Suara itu terdengar janggal sekaligus menenangkan. Janggal karena berasal dari seorang pria yang dalam beberapa waktu terakhir lebih akrab dengan obat-obatan, pemeriksaan medis, dan hari-hari panjang di atas tempat tidur. 

img_title BI Lampung Bekali Jurnalis Memahami Isu Ekonomi

 

Menenangkan karena tawa itu menandakan satu hal: semangatnya belum padam.

img_title Kunci Tertinggal di Mobil, Gran Max Ekspedisi di Padang Ratu Diembat Maling Lalu Ditinggal di Kebun

 

Pria itu adalah Tri Purna Jaya, jurnalis senior Kompas.com yang tengah berjuang melawan Ensefalopati Hepatik. Tubuhnya memang belum sepenuhnya pulih.

Wajahnya masih menyimpan gurat kelelahan. Namun siang itu, ada energi yang berbeda ketika seorang tamu datang dari Jakarta.

 

Tamu tersebut bukan keluarga dekat. Bukan pula kolega sekantor. Ia adalah Inspektur Jenderal Polisi Helmy Santika, perwira tinggi Polri yang kini bertugas di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri.

 

Helmy datang bukan membawa rombongan besar atau agenda resmi. Ia datang sebagai seorang sahabat.

 

Begitu memasuki rumah, suasana formal yang lazim melekat pada seorang jenderal seketika menguap. Percakapan mengalir ringan. Sesekali diselingi candaan yang membuat tawa pecah di ruang tamu. 

 

Bagi orang yang menyaksikannya, sulit membedakan mana jurnalis dan mana petinggi kepolisian. Yang tampak hanyalah dua sahabat lama yang sedang bertemu setelah sekian waktu.

 

Persahabatan mereka memang tidak lahir dari ruang-ruang rapat atau forum seremonial. Hubungan itu tumbuh dari perjumpaan selama Helmy menjabat Kapolda Lampung pada periode 2023 hingga 2025. Di luar urusan pekerjaan, keduanya menemukan kesamaan yang tidak banyak diketahui publik: kecintaan pada musik, terutama gitar listrik.

 

Dari sanalah percakapan demi percakapan berkembang menjadi kedekatan yang melampaui relasi narasumber dan wartawan.

 

Siang itu, Helmy tampak lebih banyak mendengarkan. Sesekali ia menepuk bahu sahabatnya sambil mengingatkan agar tidak memikirkan pekerjaan terlebih dahulu.

 

"Jangan dulu mikirin kerjaan. Fokus sembuh saja dulu. Berita bisa dikejar nanti, tapi kesehatan itu yang paling penting," kata Helmy.

 

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun bagi seorang wartawan lapangan yang terbiasa hidup dengan tenggat waktu, informasi yang bergerak cepat, dan ritme kerja yang nyaris tanpa jeda, nasihat itu memiliki makna yang lebih dalam.

Halaman Selanjutnya
img_title