Ditinggal Nonton Potong Hewan Kurban, Lima Unit Kontrakan di Teluk Betung Selatan Ludes Terbakar

Damkar Bandar Lampung berjibaku jinakkan api di permukiman padat Jalan Ikan Paus.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bandar Lampung, Lampung – Nasib malang menimpa para penghuni bedeng di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. 

img_title Diduga Korsleting, Sepeda Motor Hangus Terbakar di Kotabumi, Pengendara Alami Luka Bakar

Sebanyak lima unit rumah kontrakan ludes dilalap si jago merah pada Rabu (27/5/2026) pagi, saat ditinggal pemiliknya menyaksikan prosesi pemotongan hewan kurban Idul Adha.

Ketua RT setempat, Herlina, menjelaskan bahwa kobaran api pertama kali terlihat muncul dari salah satu unit kontrakan, tepatnya bedeng nomor tiga. 

img_title Jelang Salat Jumat, Ruang Pengimaman Masjid Al-Ikhsan Madukoro Terbakar akibat Korsleting

Kondisi bangunan yang semipermanen dan saling berdempetan membuat amukan api dengan sangat cepat membesar dan merambat ke unit di sebelahnya.

"Saat kebakaran terjadi, seluruh unit kontrakan tersebut sedang dalam kondisi kosong tanpa penghuni. Warga setempat sedang pergi ke lapangan dan masjid terdekat untuk menyaksikan pemotongan hewan kurban, sehingga penanganan awal sempat terhambat," ujar Herlina.

img_title Korsleting Hanguskan Rumah, Damkarmat Lampung Selatan Berikan Tali Asih ke Korban

Menerima laporan darurat dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Bandar Lampung langsung bergerak cepat menerjunkan puluhan personel beserta sejumlah armada mobil pemadam ke lokasi kejadian.

Petugas berjibaku melokalisasi kobaran api mengingat area kebakaran berada di kawasan permukiman yang cukup padat penduduk. 

Setelah melakukan penanganan intensif, petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa fajar ini. Kendati demikian, seluruh harta benda di dalam lima kontrakan tersebut tidak sempat diselamatkan, dan total kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan intensif oleh petugas di lapangan. (*)