Lampung Masuk Peta Prioritas XLSMART, Layanan Diperluas hingga Kabupaten
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Di saat sejumlah operator mulai berlomba memperluas jaringan 5G, XLSMART justru memilih langkah berbeda di Lampung.
Perusahaan hasil merger XL Axiata dan Smartfren itu belum akan menghadirkan layanan 5G di provinsi tersebut pada tahun ini.
Alih-alih mengejar peluncuran teknologi baru, XLSMART memilih memperkuat fondasi jaringan dan memperluas layanan pelanggan hingga ke daerah kabupaten.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Lampung dinilai memiliki pola penggunaan internet yang berbeda dibanding wilayah lain di Sumatera.
Pertumbuhan trafik data tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi tersebar hampir merata di berbagai daerah.
Group Head Marketing Segment Smartfren XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo, mengatakan kondisi tersebut membuat kebutuhan penguatan jaringan menjadi lebih kompleks.
“Kalau di Lampung, pertumbuhan penggunaan layanan itu merata hampir di semua wilayah,” kata Astiyanto dalam media gathering di Hotel Novotel Lampung, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut dia, karakteristik tersebut berbeda dengan beberapa provinsi lain yang trafik internetnya hanya dominan di kota tertentu.
Karena itu, perusahaan lebih memilih memperbesar kapasitas jaringan yang sudah ada dibanding langsung menghadirkan layanan 5G.
Regional Group Head Southern Sumatera XLSMART, Desy Sari Dewi, mengatakan saat ini perusahaan masih fokus memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas BTS di berbagai wilayah Lampung.
“Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk 5G, mulai dari kapasitas sampai kesiapan jaringannya,” ujar Desy.
Palembang disebut menjadi kota pertama di wilayah Sumatera bagian selatan yang akan mendapatkan layanan 5G XLSMART dengan target implementasi pada pertengahan 2026. Sementara Lampung masih berada dalam tahap penguatan infrastruktur dasar.
Di sisi lain, merger XL dan Smartfren mulai mengubah pola layanan pelanggan di Lampung. Kini pelanggan XL, Axis, dan Smartfren dapat mengakses layanan fisik di tempat yang sama melalui konsep Single Service Center.
Penggabungan itu juga berdampak pada penggunaan infrastruktur jaringan. BTS yang sebelumnya melayani operator tertentu kini dapat digunakan bersama oleh pelanggan tiga brand sekaligus.
“Kalau ada BTS di suatu wilayah, nantinya bisa dipakai oleh XL, Axis, dan Smartfren,” kata Desy.