Perbaikan Irigasi Rawajitu Dipercepat, Pemerintah Incar Fungsi Normal dalam Dua Minggu

Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, A. Adi Umar Dani, turun langsung meninjau kondisi
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat perbaikan jaringan irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawajitu, wilayah Mesuji dan Tulang Bawang, Lampung. 

img_title Muncul di Lintas Timur Mesuji, Tapir Dilindungi Berakhir Tragis di Tangan Warga

Infrastruktur yang dibangun dalam kurun 2020 hingga 2023 itu kini mengalami kerusakan di sejumlah titik sehingga mengganggu distribusi air ke area persawahan.

Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, A. Adi Umar Dani, turun langsung meninjau kondisi lapangan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Ia didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Elroy Koyari.

img_title Buntut Dugaan Asusila, Massa Bakar Fasilitas Ponpes Nurul Jadid di Mesuji

Dalam peninjauan itu, Adi memeriksa proses rehabilitasi saluran irigasi, kondisi pompa air, hingga pengerjaan normalisasi saluran pembuang primer Rawajitu yang tengah berlangsung.

Menurut Adi, pemerintah ingin memastikan jaringan irigasi dapat segera kembali beroperasi agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi menjelang musim tanam.

img_title Gubernur Mirza Bangun Jalan Beton di Mesuji, Perkuat Konektivitas Lampung-Sumsel

“Kami ingin memastikan pekerjaan perbaikan berjalan cepat. Saat ini Balai sudah bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik,” kata Adi.

Ia meminta jumlah pekerja di lapangan ditambah agar proses perbaikan tidak berlarut-larut. Kementerian PU menargetkan sebagian jaringan sudah dapat difungsikan kembali dalam dua pekan ke depan.

“Saya meminta tenaga kerja ditambah supaya prosesnya lebih cepat. Harapannya, paling lambat dua minggu beberapa sektor sudah bisa kembali berfungsi,” ujarnya.

Selain kerusakan jaringan irigasi, Kementerian PU juga menemukan persoalan pada pompa air yang telah dibangun sebelumnya. Sejumlah pompa dinilai belum bekerja optimal sehingga perlu dievaluasi ulang.

Adi mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengetahui langkah perbaikan yang diperlukan, termasuk menekan biaya operasional agar penggunaan pompa lebih efisien.

“Bukan hanya jaringan yang perlu dibenahi, tetapi juga sistem pompanya. Nanti akan dianalisis kembali apa saja yang harus dioptimalkan agar manfaatnya lebih besar bagi petani,” kata dia.

Di saat bersamaan, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung melakukan normalisasi saluran sepanjang 10,2 kilometer. 

Pengerjaan itu mencakup wilayah Desa Wono Agung dan Desa Bumi Ratu di Kabupaten Tulang Bawang serta Desa Bandar Anom di Kabupaten Mesuji.

Pembersihan saluran primer dilakukan untuk meningkatkan debit air yang mengalir ke lahan pertanian warga.

Halaman Selanjutnya
img_title