Mengenal Brigpol Edo Akbar: Polisi di Tulang Bawang yang Jadi Dosen dan Tukang Cukur Amal

Sisi lain personel Polres Tulang Bawang, dari bagian perencanaan hingga mengajar di tiga kampus.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Sosok Brigpol Edo Akbar Yamin, S.E., M.M., personel Polres Tulang Bawang, menjadi sorotan karena dedikasinya yang melampaui tugas kedinasan. 

img_title Sempat Down, Layanan Tiket Digital Ferizy ASDP Sudah Kembali Normal dan Bisa Diakses

Anggota Bagian Perencanaan lulusan Bintara 2012 ini sukses memadukan tiga peran sekaligus: sebagai aparat negara, akademisi, dan penggerak sosial.

Di sela kesibukannya sebagai polisi, Brigpol Edo aktif menjadi tenaga pengajar di sejumlah perguruan tinggi. 

img_title Ruko di Way Kenanga Digerebek Polisi, Puluhan Gram Sabu dan Belasan Ekstasi Berhasil Disita

Tercatat, ia menjadi dosen di Institut Agama Islam (IAI) Tulang Bawang, Universitas Terbuka (UT), hingga Institut Teknologi Bisnis Nusantara Tulang Bawang. Langkah ini ia ambil sebagai upaya nyata Polri dalam berkontribusi pada dunia pendidikan.

Tidak hanya di ruang kelas, jiwa sosialnya juga diwujudkan melalui gerakan unik bernama "POLISI KANGCUKUR". 

img_title Bak Film Laga, Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Kejar-kejaran dengan Pengedar Sabu di Banjar Agung

Melalui program ini, ia membuka jasa potong rambut dengan sistem bayar seikhlasnya. Menariknya, 100 persen hasil pendapatan dari jasa pangkas rambut tersebut disalurkan kembali untuk membantu warga yang membutuhkan.

"Melalui Polisi Kangcukur, kami ingin membuktikan bahwa pelayanan Polri bisa hadir dalam bentuk yang sederhana namun bermakna mendalam. Polri Presisi, Polri Manusiawi!" ungkap Brigpol Edo dengan semangat, Sabtu (2/5/2026).

Kiprah Brigpol Edo menjadi bukti bahwa seorang anggota Polri dapat berperan aktif dalam berbagai lini kehidupan. 

Dari meja perencanaan hingga ruang pangkas rambut, dedikasinya menunjukkan bahwa pengabdian tidak memiliki batasan. Aksi nyata ini diharapkan dapat terus menginspirasi rekan sejawat dan masyarakat luas. (*)