Gelombang Balik Melandai di Bakauheni, 79 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa

Sesi konferensi pers di Pelabuhan Eksekutif Bakauheni
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

LampungArus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mulai mereda memasuki H+6.

img_title Libur Sekolah, Lalu Lintas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Naik 32 Persen

Pergerakan penumpang dan kendaraan tercatat lebih terkendali, seiring pola perjalanan pemudik yang kini tidak lagi terpusat pada satu waktu.

 

img_title Hari Kedua Pencarian, Remaja 19 Tahun yang Jatuh dari KMP Batumandi di Selat Sunda Belum Ditemukan

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Theodore Natalianto Lasse, mengungkapkan bahwa selama periode H-10 hingga H+6, pihaknya mencatat sebanyak 112 trip kapal telah dioperasikan.

 

img_title Sempat Down, Layanan Tiket Digital Ferizy ASDP Sudah Kembali Normal dan Bisa Diakses

Dari total tersebut, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 111.589 orang, turun 11 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 26.565 unit atau menurun 7,9 persen.

 

Menurut Rio, penurunan ini bukan karena berkurangnya minat masyarakat untuk bepergian, melainkan perubahan pola perjalanan yang lebih tersebar.

 

“Pola perjalanan tahun ini lebih menyebar, sehingga arus tidak menumpuk pada waktu tertentu,” kata dia, Minggu (29/3/2026). 

 

Meski terjadi penurunan pada data harian, secara kumulatif jumlah pemudik justru mengalami peningkatan.

 

Total penumpang selama arus mudik dan balik mencapai 1.148.252 orang atau naik 2,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara jumlah kendaraan mencapai 275.622 unit atau meningkat 4,6 persen.

 

Untuk arus balik lintasan Sumatera–Jawa hingga H+6 pukul 23.59 WIB, tercatat sebanyak 713.702 orang atau sekitar 79 persen pemudik telah kembali ke Pulau Jawa. 

 

Sisanya, sebanyak 185.162 orang atau 21 persen, masih berada di Sumatra.

 

Adapun kendaraan yang sudah kembali mencapai 185.231 unit atau 77 persen, sementara 54.689 unit lainnya atau 23 persen masih belum menyeberang.

 

Guna mengantisipasi sisa arus balik, ASDP memastikan operasional kapal tetap optimal.

Selain itu, kebijakan tarif tunggal (single tariff) masih diberlakukan hingga 29 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, disertai stimulus tarif di tujuh lintasan hingga 31 Maret 2026.

 

Namun, mulai 30 Maret 2026, pembatasan kendaraan logistik akan resmi dibuka. Kondisi ini berpotensi menambah kepadatan di jalur penyeberangan.

 

Karena itu, pemudik diimbau untuk segera kembali hari ini guna memanfaatkan tarif tunggal sekaligus menghindari lonjakan arus saat kendaraan logistik mulai beroperasi normal.

 

“Segera manfaatkan kesempatan hari ini agar perjalanan lebih lancar dan terhindar dari kepadatan,” kata Rio. (*)