Perempuan Disabilitas Bangkit Lewat PNM Mekaar

Dokumentasi PNM Mekaar
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Keterbatasan fisik kerap dipandang sebagai penghalang. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. 

img_title Lima Kali Setubuhi Wanita Disabilitas Mental, Petani di Pesisir Barat Ditangkap Polisi

 

Sebagai perempuan penyandang disabilitas, ia justru menjadikan keterbatasan sebagai dorongan untuk mandiri, produktif, dan memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya.

img_title Lulus Tes Kesehatan dan Berkendara, Penyandang Disabilitas Terima SIM D

 

Melalui program PNM Mekaar, Ibu Irma mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus berbagi semangat kepada sesama penyandang disabilitas. 

img_title Sokong Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Penengahan Turun ke Sawah Bantu Petani Tanam Padi

 

Upaya ini sejalan dengan komitmen PNM dalam mendorong pemberdayaan perempuan prasejahtera secara inklusif, tanpa diskriminasi.

 

Perjalanan yang dilalui Ibu Irma tidak mudah. Namun, dengan keteguhan hati, ia terus melangkah dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk bangkit dan percaya diri.

 

“Walaupun banyak keterbatasan, kita harus kuat dan sama seperti yang lain. Jangan mengharapkan belas kasihan. Harus semangat, bisa jualan, harus mandiri, jangan ketergantungan. Jangan hanya diam di rumah dan tidak percaya diri,” ujar Ibu Irma.

 

Ia juga menekankan pentingnya saling mendukung antar sesama penyandang disabilitas. Baginya, semangat untuk bergerak dan berkarya jauh lebih penting daripada terjebak dalam kondisi tanpa aktivitas.

 

Dampak nyata dari upaya Ibu Irma dirasakan langsung oleh lingkungan sekitarnya. Salah satunya oleh Ibu Iis, penyandang disabilitas binaannya.

 

“Saya sangat bahagia bisa diperhatikan oleh Bu Irma, sehingga saya merasa menjadi lebih berarti,” kata Iis.

 

Pendampingan yang dilakukan Ibu Irma tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memberikan dukungan psikososial yang kuat bagi komunitas disabilitas di wilayah tersebut.

 

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Ibu Irma merupakan cerminan nyata dari komitmen PNM dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

“Langkah pemberdayaan yang dicontohkan oleh Ibu Irma merupakan bukti nyata komitmen PNM dalam membuka akses setara bagi ibu-ibu prasejahtera untuk bertumbuh secara usaha, peduli terhadap sesama, dan menginspirasi komunitasnya,” ujar Dodot.

 

Ia menambahkan, pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pendampingan usaha, pelatihan, dan akses pembiayaan menjadi bagian penting dari strategi PNM agar setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Halaman Selanjutnya
img_title