Urai Kepadatan Arus Balik, ASDP Bakauheni Terapkan Sistem Stiker dan Penyiagaan 33 Kapal

Kendaraan roda empat mengantre di dermaga Pelabuhan Bakauheni.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bakauheni, Lampung – Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mencatatkan lonjakan signifikan pada H+1, Senin (23/3). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan sebanyak 91.657 penumpang dan 25.332 unit kendaraan telah menyeberang, naik masing-masing 58,6% dan 70,4% dibandingkan tahun lalu.

img_title Lelang Aset Rongsok dan Kendaraan Dinas, Pemkab Lampung Utara Raup PAD Rp348 Juta

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi dalam dua fase, yakni pada Selasa-Rabu (24-25/3) serta gelombang kedua pada akhir pekan (28-29/3). Hingga H+2 siang, total pergerakan arus balik telah mencapai 142.288 orang.

"Jumlah pergerakan arus balik mudik hingga H+2 saat ini sudah mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau 15 persen dari total trafik arus mudik. Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan," ujar Heru.

img_title HUT Bhayangkara ke-80, Polres Tulang Bawang dan Tunas Honda Gelar Servis serta Ganti Oli Gratis

GM ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel. 

Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan. Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

img_title Sambut Kedatangan Jokowi, Satlantas Polres Tulang Bawang Cek Rute Pengamanan di Banjar Agung

Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.

"Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau," tutur Partogi.

Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. 

Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume. (*)