Pantau Bakauheni, Wakapolri Sebut Aplikasi Siger Jadi Kunci Kelancaran Arus Mudik di Lampung
- Foto dokumentasi istimewa
Bakauheni, Lampung – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Lampung atas inovasi Aplikasi Siger dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat meninjau kesiapan pelayanan di Pelabuhan Bakauheni, Selasa (17/3/2026).
Aplikasi Siger dinilai menjadi instrumen vital yang menyajikan data lalu lintas secara real-time. Dengan sistem data-driven, Kapolda Lampung dan seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil keputusan lapangan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Salah satu wujud nyata upaya pelayanan Polri adalah kehadiran aplikasi Siger yang menyajikan data lalu lintas secara real-time dan akurat.
Aplikasi ini menjadi baseline utama dalam pengambilan keputusan di lapangan oleh Kapolda Lampung dan seluruh jajaran, sehingga setiap langkah penanganan dilakukan berbasis data (data-driven), lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.
Melalui aplikasi Siger, kondisi arus lalu lintas diklasifikasikan dalam tiga kriteria utama, yakni hijau, kuning, dan merah.
Kategori hijau menunjukkan kondisi arus yang masih landai dan terkendali. Namun ketika terjadi peningkatan volume kendaraan berdasarkan traffic counting, maka masuk pada kategori kuning sebagai peringatan dini.
Pada fase ini, kepadatan mulai terdeteksi dari gate tol hingga kisaran KM 500 menuju KM 1, sehingga langkah antisipasi langsung dijalankan.
Dalam kondisi kuning, Polda Lampung bersama stakeholder telah menyiapkan lima rest area sebagai buffer zone untuk mengatur arus kendaraan sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni.
Pada titik ini, ASDP juga telah proaktif menghadirkan layanan pembelian tiket di rest area yang telah ditentukan, baik secara online maupun manual, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu di pelabuhan.
Apabila volume kendaraan meningkat signifikan, dengan rekapitulasi mencapai di atas 6.000 hingga 9.000 kendaraan dan kepadatan mencapai sekitar KM 4, maka kondisi ditetapkan sebagai kategori merah.
Pada situasi ini, langkah penanganan ditingkatkan dengan penambahan buffer zone menjadi 10 rest area. Seluruh titik tersebut juga dilengkapi layanan tiket oleh ASDP untuk mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi antrean.
Selain pengendalian arus, aplikasi Siger juga berfungsi sebagai layanan informasi bagi masyarakat. Pemudik dapat menentukan pilihan jalur perjalanan secara lebih terukur, karena telah disiapkan empat alternatif jalur, yakni jalur barat, jalur tengah, jalur tol, dan jalur timur.