Malam Selikuran di Banyumas Lampung Selatan: Tarawih, Ambengan, dan Santunan untuk Warga

Sesi foto bersama
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa (Dji)

LampungMasyarakat Dusun Banyumas, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mengisi malam ke-21 Ramadan 1447 Hijriah dengan berbagai kegiatan keagamaan di Masjid Miftahul Falah, Selasa malam, 10 Maret 2026. 

img_title BI Lampung Bekali Jurnalis Memahami Isu Ekonomi

 

Selain salat tarawih berjamaah, warga juga melaksanakan tradisi ambengan serta memberikan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.

img_title Anak Krakatau Naik ke Level III, Winarti Dorong Mitigasi dan Minta Warga Tak Terpancing Hoaks

 

Pada malam yang dikenal sebagai malam Selikuran itu, warga Dusun Banyumas tetap istiqamah melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Miftahul Falah.

img_title Operasi Pasar hingga Kerja Sama Antardaerah Jadi Andalan BI Jaga Harga Pangan di Lampung

 

Kegiatan ibadah tersebut sekaligus menjadi momentum memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an, yakni turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Dalam rangkaian ibadah tersebut, Ustadz Kusnadi menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) yang menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

 

“Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat manusia. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman di dalam hidup kita,” ujar Kusnadi di hadapan jamaah.

 

Menurut dia, bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperdalam keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 

Rangkaian ibadah malam itu ditutup dengan salat witir berjamaah dan doa bersama. Dalam doanya, Kusnadi berharap seluruh umat Islam dapat tetap istiqamah menjalankan ibadah hingga akhir Ramadhan.

 

“Semoga kita semua dapat menjadi umat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta tetap istiqamah menjalankan ibadah Ramadhan sampai akhir,” kata dia.

 

Setelah salat tarawih, warga melanjutkan kegiatan dengan tradisi tasyakuran atau ambengan. Dalam tradisi tersebut, masyarakat membawa makanan dari rumah masing-masing ke masjid untuk kemudian ditukar dan disantap bersama.

 

Tokoh agama Dusun Banyumas, Ustadz Mahmud Toha, mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat setiap bulan Ramadhan.

 

“Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan kami setiap tahun. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun masyarakat Dusun Banyumas sangat antusias karena dapat mempererat tali silaturahmi,” ujar Mahmud.

 

Selain itu, pada malam Selikuran tersebut jamaah pengajian Al Hidayah Masjid Miftahul Falah juga menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu, janda lansia, serta warga kurang mampu di lingkungan dusun.

Halaman Selanjutnya
img_title