Jembatan Perintis Garuda Dibangun di Pringsewu, Warga Tak Lagi Menyeberang Sungai dengan Getek

Anak-anak sekolah melintasi Jembatan Garuda di Pringsewu
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

LampungSungai Way Sekampung selama puluhan tahun menjadi batas aktivitas warga di Pekon Jogjakarta, Dusun 3, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. 

img_title Perkuat Pertahanan Nasional, Panglima Korpasgat Resmikan Batalyon Para Komando 464 di Lampung

 

Untuk menyeberang ke wilayah seberang, masyarakat mengandalkan getek atau rakit bambu sederhana.

img_title Tak Hanya Latihan Militer, Prajurit Kodam XXI/Radin Inten Kini Belajar Mandarin

Getek yang dipakai melintas oleh warga sebelumnya

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

img_title Tindak Lanjuti Arahan Kapolri, Polres Tulang Bawang Perkuat Komunikasi Hukum dengan Kejaksaan Negeri

Kondisi itu kini berubah setelah Jembatan Perintis Garuda dibangun dan mulai dioperasikan. 

 

Jembatan tersebut menghubungkan Pekon Sukoharjo IV dengan Pekon Jogjakarta, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

 

Pangdam XXI/Raden Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat yang menargetkan pembangunan 200 jembatan di berbagai daerah di Indonesia.

 

“Hari ini kita melaksanakan peresmian jembatan yang sebenarnya diinisiasi oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Darat untuk pembangunan 200 jembatan di seluruh Indonesia,” kata Kristomei, Senin (9/3/2026). 

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

Ia menjelaskan, jembatan di Pringsewu tersebut merupakan Jembatan Perintis Garuda kedua yang diresmikan di wilayah Kodam XXI/Raden Inten. 

 

Sebelumnya, jembatan serupa telah dibangun di Pekon Way Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

 

Jembatan yang melintasi Sungai Way Sekampung itu memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 1,2 meter. 

 

Pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp527 juta dan berlangsung hampir satu bulan.

Jembatan Garuda di Pringsewu

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

Proses pembangunan melibatkan prajurit TNI AD, relawan Vertical Rescue Indonesia, aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

 

Menurut Mayjen Kristomei, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas masyarakat, terutama untuk kegiatan ekonomi dan mobilitas pelajar.

 

“Harapannya masyarakat di kedua pekon bisa memanfaatkan jembatan ini untuk aktivitas perekonomian, terutama anak-anak sekolah agar aksesnya lebih cepat dan mudah,” ujarnya.

 

Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, mengatakan sebelum jembatan dibangun, akses penyeberangan di lokasi tersebut sering terputus ketika debit sungai meningkat.

 

“Kalau banjir seperti ini nyaris tidak bisa melakukan kegiatan karena sungainya meluap. Saat air surut, warga biasanya menyeberang menggunakan getek,” kata Riyanto.

Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

Ia menilai keberadaan jembatan akan mempermudah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pendidikan.

 

“Anak-anak yang sekolah juga lebih mudah aksesnya. Begitu juga aktivitas ekonomi warga, seperti membawa pupuk atau hasil pertanian, tidak perlu memutar jauh lagi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title