Patroli 24 Jam di Ramadan, Satpol PP Bandar Lampung Sasar PMKS hingga Perang Sarung
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Bulan suci Ramadan menjadi momentum peningkatan aktivitas sosial di Kota Tapis Berseri.
Di saat warga menunaikan ibadah, aparat ketertiban justru memperpanjang jam siaga. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung menerapkan patroli 24 jam penuh, dari pagi hingga dini hari.
Kepala Satpol PP Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi, mengatakan pola pengamanan dibagi dalam tiga shift: pagi, sore, dan malam.
“Personel kami siaga penuh untuk memastikan ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat selama Ramadan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Pada pagi hingga sore hari, petugas menyisir sejumlah ruas jalan dan titik keramaian untuk mengantisipasi lonjakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang kerap meningkat saat Ramadan.
Sejumlah individu yang terjaring dibawa ke panti rehabilitasi milik pemerintah di wilayah Hanura guna menjalani pembinaan.
Tak hanya itu, berdasarkan laporan warga dan temuan di lapangan, aparat juga mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ke Panti Sinar Jati di Kemiling agar memperoleh penanganan yang layak sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban.
Memasuki malam, fokus bergeser. Tim Trantibum Sosial diterjunkan dalam dua regu besar untuk menyisir titik rawan kenakalan remaja.
Sasaran utamanya adalah potensi tawuran dan perang sarung yang kerap muncul selepas salat Tarawih.
“Tim ini mengantisipasi aksi-aksi yang meresahkan warga, terutama yang melibatkan anak muda,” kata Nurizki.
Di sisi lain, pengawasan juga menyentuh sektor usaha. Satpol PP mengintensifkan pemantauan kepatuhan terhadap surat edaran pemerintah mengenai jam operasional tempat hiburan selama Ramadan.
Penyisiran dilakukan di sejumlah kawasan seperti Yos Sudarso, Malahayati, dan Diponegoro.
Hasilnya, sejauh ini belum ditemukan pelanggaran. Para pelaku usaha dinilai kooperatif dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Belum ada aktivitas yang melanggar aturan di wilayah yang sudah kami pantau,” ujar Nurizki.
Satpol PP menegaskan, upaya menjaga kondusivitas kota tidak bisa dilakukan sendiri.
Sinergi dengan kepolisian, TNI melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat pamong setempat terus diperkuat.
Namun, aparat juga mengingatkan peran keluarga tak kalah penting. Orang tua diminta memastikan anak-anak sudah berada di rumah setelah rangkaian ibadah malam selesai.