Presiden Prabowo Tawarkan Diri Damaikan Konflik AS-Iran dan Israel

Presiden RI Prabowo tinjau kesiapan Huntara Aceh Tamiang.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan kesiapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjadi mediator dalam perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran

img_title Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Lampung, Wakapolda Tegaskan Semangat 'Polri untuk Masyarakat'

Tawaran ini disampaikan menyusul eskalasi militer akibat serangan agresi ke sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Melalui pernyataan resmi di akun media sosial X, @Kemlu_RI, pemerintah menegaskan bahwa Presiden Prabowo siap bertolak langsung ke Teheran jika kedua belah pihak bersedia membuka ruang dialog.

img_title Ngotot Jadi Presiden, Prabowo Blak-blakan Sebut Indonesia Salah Arah Sejak 1990-an

Pemerintah RI sangat menyesalkan kebuntuan komunikasi yang memicu peningkatan aktivitas militer regional. Indonesia menekankan bahwa konfrontasi bersenjata bukanlah solusi dan mendesak seluruh pihak untuk kembali mengedepankan jalur diplomasi.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden RI, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog. Langkah ini bertujuan mengembalikan kondisi keamanan kawasan agar kembali kondusif dan mencegah konflik meluas," demikian pernyataan Kemlu RI, Sabtu (28/2/2026).

img_title Kelakar Presiden Prabowo di Munas HIPMI Lampung: Berani Khianati NKRI, Malam-Malam Saya Gentayangi!

Indonesia juga menekankan pentingnya bagi setiap negara untuk menjunjung tinggi prinsip kedaulatan serta integritas wilayah sesuai aturan internasional.

Selain fokus pada upaya perdamaian global, pemerintah memberikan perhatian penuh pada keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik. "Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah," ungkapnya.

WNI yang berada di wilayah terdampak juga diminta untuk terus menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat guna memastikan langkah-langkah perlindungan dapat dilakukan dengan cepat jika situasi memburuk. 

Pemerintah mengimbau agar para WNI tetap tenang, waspada, dan mematuhi seluruh arahan otoritas setempat. "WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada," pungkasnya.(*)