Overpass hingga Bahu Jalan Jadi Titik Rawan, Pengelola Tol Gencarkan Edukasi Warga
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Perubahan pola aktivitas masyarakat selama Ramadan mendorong pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar meningkatkan sosialisasi di sejumlah titik rawan.
Aktivitas remaja di area overpass hingga bahu jalan tol dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Memasuki Ramadan 2026, PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama PT Hakaaston (HKA) mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur tol.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya mitigasi terhadap potensi aktivitas warga—khususnya anak-anak dan remaja—yang dapat membahayakan keselamatan di jalan bebas hambatan tersebut.
Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan dengan kepala desa, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Petugas juga mendatangi titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpul warga, seperti overpass, underpass, dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar permukiman.
Project Manager Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Riadiano Muhammad, mengatakan Ramadan membawa perubahan ritme keseharian warga. Mobilitas meningkat menjelang waktu berbuka puasa dan selepas salat tarawih.
“Dalam beberapa hari terakhir terlihat aktivitas remaja seperti bermain di area luar bahu jalan tol, berkumpul di overpass, underpass, dan juga JPO. Kami ingin memastikan selama Ramadan serta periode arus mudik dan balik tidak ada aktivitas di sekitar tol yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan,” ujar Riadiano.
Ia menilai keberadaan warga di sekitar pagar tol atau fasilitas penunjang jalan tol berpotensi menimbulkan risiko, terlebih kendaraan melaju dengan batas kecepatan hingga 100 kilometer per jam.
Menurut dia, pengawasan orang tua menjadi kunci untuk mencegah anak-anak beraktivitas di area berbahaya.
Pengelola tol juga berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Sektor setempat, personel Patroli Jalan Raya Polda Lampung, serta Bawah Kendali Operasi TNI AD Korem 043/Gatam.
Sinergi ini, kata Riadiano, ditujukan untuk memperkuat pengamanan selama Ramadan hingga puncak arus mudik Lebaran.
Patroli oleh tim Layanan Jalan Tol (LJT) turut ditingkatkan, terutama di titik-titik yang berdekatan dengan permukiman warga, pagar tol, underpass, overpass, dan JPO.
Area-area tersebut dinilai rawan menjadi lokasi berkumpul atau aktivitas yang dapat mengganggu keselamatan lalu lintas.