Polda Lampung dan Polda Banten Matangkan Pengamanan Jalur Merak–Bakauheni
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Dua kepolisian daerah di gerbang utama arus mudik Jawa–Sumatra mulai merapatkan barisan.
Polda Lampung bersama Polda Banten menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan pemudik pada Lebaran 2026.
Rapat yang berlangsung di Mapolda Lampung, Jumat, 27 Februari 2026, memusatkan perhatian pada pengamanan jalur tol serta penyeberangan laut Merak–Bakauheni—lintasan vital yang setiap tahun menjadi urat nadi mobilitas orang dan barang antarpulau.
Sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan dalam forum tersebut, antara lain ASDP Indonesia Ferry, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Perhubungan.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyebut pertemuan itu sebagai forum strategis untuk menyinkronkan data sekaligus mengevaluasi pengamanan mudik pada 2024 dan 2025.
“Hari ini kami membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kami melakukan sinkronisasi data dan evaluasi hasil pengamanan tahun 2024 dan 2025 sebagai bahan penyempurnaan rencana tahun ini,” ujar Helfi.
Menurut dia, koordinasi lintas wilayah menjadi krusial mengingat tingginya volume kendaraan dan penumpang yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni maupun sebaliknya.
Tanpa integrasi yang solid, kepadatan di satu titik bisa berdampak berantai hingga ke ruas tol dan pelabuhan.
“Harapannya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna transportasi kapal laut dari Merak ke Bakauheni, dapat berjalan terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik,” kata dia.
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menambahkan pembahasan turut mencakup penguatan standar operasional prosedur (SOP) serta manajemen lalu lintas orang dan barang selama periode mudik.
“Kami memastikan kesiapan personel dan infrastruktur untuk mendukung pengamanan arus mudik dan balik agar berjalan aman dan lancar, termasuk penguatan SOP dan manajemen lalu lintas kendaraan maupun penumpang,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengamanan akan dimulai sejak H-7 Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan unsur Polri, TNI, SAR, BMKG, dan instansi terkait lainnya.
Seluruh kekuatan, kata dia, akan digelar secara terpadu guna meminimalkan potensi kemacetan, cuaca ekstrem, maupun gangguan keamanan.
“Kami akan menggelar seluruh kekuatan secara terpadu sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi,” tutur Hengki.