Persiapan Mudik Lebaran 2026 di Lampung: 68 Kapal Siaga, 964 Bus Tak Laik Jalan Dilarang Beroperasi
- Foto Dokumentasi Riduan
Bandar Lampung, Lampung – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal arus mudik dan balik Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama tahun ini adalah keselamatan penumpang melalui pemeriksaan ketat (rampcheck) armada laut maupun darat.
Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang, menjelaskan bahwa masa posko Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026, dengan prediksi puncak arus mudik pada 18–20 Maret dan arus balik pada 24–27 Maret 2026.
"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 sampai 20 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi pada 24 sampai 27 Maret 2026," jelas Jonter.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, BPTD Lampung mengoperasikan posko di sejumlah lokasi strategis, yakni Kantor Induk BPTD, UPPKB Way Urang, Terminal Tipe A Rajabasa, Terminal Tipe A Betan Subing, Pelabuhan Bakauheni, Buffer Zone KM 20B, serta Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Selain itu, pada jaringan jalan tol dan jalan nasional juga disiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas, termasuk contra flow, jalur alternatif, dan penyediaan buffer zone.
Beberapa titik buffer zone yang disiapkan antara lain di Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 87B, KM 163B, Terminal Agribisnis Gayam, serta BBJ Muara Pilu.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang biasanya meningkat drastis menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Di sektor penyeberangan, lintasan utama Pelabuhan Bakauheni – Pelabuhan Merak menjadi perhatian utama.
Pemerintah memperkuat pelayanan dengan menerapkan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB), sistem penundaan atau delaying system, hingga pembatasan tiket sesuai kapasitas.
Pembatasan tersebut dilakukan hingga radius ±4,24 kilometer dari pelabuhan guna mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Selain lintasan utama, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lintasan alternatif untuk mendistribusikan arus kendaraan, yakni melalui BBJ Muara Pilu – BBJ Bojonegara, Pelabuhan Panjang – PT Krakatau Bandar Samudera, dan WIKA Beton – Ciwandan
Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran, sebanyak 68 kapal disiapkan beroperasi melayani masyarakat.
Pemeriksaan kelaikan kapal juga dilakukan melalui rampcheck Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada 5, 6, 9, 10, dan 14 Februari 2026.
Rampcheck dilakukan oleh 27 petugas yang terbagi dalam 9 tim, dengan pemeriksaan terhadap 26 kapal lintas Bakauheni–Merak.