Tol Terpeka Ditutup Sementara, Akademisi Soroti Risiko dan Manfaatnya

Rencana tentatif penutupan sementara ruas jalan tol Lampung.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Rencana penutupan sementara ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 9–11 Februari 2026 mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Meski dinilai mengganggu mobilisasi jangka pendek, langkah ini dipandang strategis untuk persiapan arus mudik Lebaran.

img_title Sabet Peringkat 4 Nasional, Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Lampung Tembus 48,59 Persen

Akademisi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Muhammad Abi Berkah Nadi, menyebutkan bahwa penutupan ini memiliki sisi pro dan kontra. Di satu sisi, penutupan otomatis menghambat perjalanan masyarakat, namun di sisi lain menjadi momentum krusial untuk perbaikan infrastruktur.

"Ini bisa menjadi kabar baik agar Tol Sumatera lebih optimal saat arus mudik nanti. Namun, pemeliharaan harus benar-benar sesuai prosedur, terutama di ruas Kayu Agung yang masih banyak kerusakan," ujar Abi, Selasa (10/2/2026).

img_title Hutama Karya Kenalkan Fitur Baru Aplikasi Tol 'Mozy' Lewat Aktivasi di Tiga Kota

Abi menekankan pentingnya penanganan khusus pada ruas Kayu Agung. Mengingat jalur tersebut melintasi area persawahan dengan kadar air tanah tinggi, perbaikan tidak bisa dilakukan secara standar.

Ia juga menyoroti karakteristik wilayah lintas ruas Kayu Agung yang memiliki kadar air tanah tinggi karena berada di area persawahan. Kondisi tersebut menurutnya memerlukan penanganan khusus.

img_title Dikerumuni Emak-emak di Lampung Tengah, Jokowi Borong Keripik Pisang hingga Serap Aspirasi Jalan Rusak

"Dalam pemeliharaan harus mempertimbangkan karakteristik tanah yang kadar airnya tinggi. Harus ada perkuatan tanah terlebih dahulu agar menghindari kerusakan jalan yang berulang," katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penutupan sementara juga akan mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jalan karena pengendara harus mencari jalur alternatif.

Karena itu, Abi mendorong PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dalam mengatur rekayasa lalu lintas.

“BUJT harus bersinergi dengan Pemda setempat untuk mengatur rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi konflik kemacetan akibat peningkatan volume kendaraan saat penutupan berlangsung,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Hutama Karya (Persero) merencanakan penutupan sementara operasional ruas tol tersebut pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang.

Penutupan bersifat tentatif dan dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 9 Februari 2026 pukul 09.00 WIB hingga Rabu, 11 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah, mengatakan penutupan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan jalan tol serta kepentingan pertahanan negara dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

Halaman Selanjutnya
img_title