Mobil Terjun ke Sungai Way Tebu Usai Jembatan Gantung Jati Agung Ambruk Diduga Tak Kuat Menahan Muatan
- Lampung.viva
Tanggamus, Lampung – Sebuah mobil angkutan pedesaan (angdes) dilaporkan terjun ke Sungai Way Tebu saat melintas di Jembatan Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kelebihan muatan penumpang serta kondisi jembatan yang sudah tua dan tidak lagi kuat menopang beban kendaraan roda empat. Saat melintas di jembatan gantung, konstruksi jembatan tiba-tiba miring hingga akhirnya angdes terjun ke sungai.
Informasi di lokasi menyebutkan kendaraan mengangkut sekitar 12 penumpang, mayoritas ibu-ibu yang baru pulang menghadiri undangan.
Namun, informasi terbaru dari warga menyebutkan jumlah penumpang diduga mencapai 17 orang. Sebanyak 15 penumpang dilaporkan selamat tanpa luka, sementara dua orang diduga mengalami patah tulang. Data tersebut masih dalam tahap pendalaman.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi oleh warga sekitar. Pengemudi angdes diketahui bernama Sadin, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung.
Sumber di lokasi kejadian menyebutkan, pengemudi angdes bernama Sadin, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, tetap nekat melintas meski mengetahui kondisi jembatan yang tidak layak dilalui kendaraan dengan muatan berlebih. Tidak ada penumpang yang diturunkan untuk mengurangi beban kendaraan sebelum melintas.
"Supir sudah tahu jembatan tidak kuat, tapi tetap dipaksa lewat. Penumpang juga tidak ada yang turun dari mobil," ungkap seorang warga setempat.
Kapolsek Pugung, Ipda Dr. Agustri Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut dan pihaknya masih mendatakan kejadian.
"Benar (ada kejadian), mobil bawa satu keluarga dan saat ini masih dalam pendataan," ucapnya saat dikonfirmasi.
Informasi terbaru dari warga, mobil diduga berisi 17 orang, 15 orang diantaranya tidak mengalami luka dan 2 lainnya disebut mengalami patah tulang. Meski begitu informasi tersebut masih tahap pendalaman. (*)