Ratusan Rumah di Lampung Utara Terendam Banjir, BPBD belum Dirikan Tenda Darurat
- Lampung.viva
Lampung Utara, Lampung – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lampung Utara sejak Sabtu malam (31/1/2026) kembali mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Air setinggi pundak orang dewasa merendam ratusan rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Banjir terparah terjadi di wilayah Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, khususnya di Rawa Karya, setelah Sungai Way Sesah meluap. Selain itu, beberapa titik di Kecamatan Kotabumi Kota juga dilaporkan terdampak cukup parah.
Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Syahputra, mengatakan banjir disebabkan tingginya intensitas curah hujan yang berlangsung cukup lama.
"Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga," kata Erwin, Senin (2/2/2026).
Namun sangat disayangkan, meski ratusan rumah telah terdampak banjir belum juga ada tenda darurat yang didirikan oleh Pihak BPBD Lampung Utara.
Hal ini menjadi keluhan masyarakat yang terdampak, karena mereka tidak dapat melakukan aktivitas kebutuhan sehari-hari dirumah, seperti memasak, dan tidak ada tempat untuk mereka tidur.
Salah satu warga terdampak diwilayah muara jaya, kelurahan kota bumi udik, Lampung Utara berharap ada tenda bantuan untuk wilayah mereka.
"Ya kalau bisa tolong kamilah, karena sampai sekarang belum ada tenda bantuan, kami bingung jangankan untuk tidur, mau memasak untuk makan kami aja enggak bisa," cetus Hendra.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala BPBD Lampung Utara Erwin Syahputra beralasan karena keterbatasan lahan untuk mendirikan tenda darurat.
"Untuk tenda pengungsian memang belum kami dirikan karena membutuhkan area yang cukup luas," kata Erwin, Kepala BPBD.
Mestinya dalam kondisi darurat seperti ini, pihak terkait harus lebih sigap dalam membantu masyarakat.
Berdasarkan data sementara, ratusan rumah warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa kelurahan, di antaranya Sindangsari, Kotabumi Pasar , Kotabumi Udik, Kota Alam, dan kekurahan Tanjung Harapan.
Sementara itu Lurah Kotabumi Pasar, Herman, yang juga wilayahnya terdampak meminta pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan darurat berupa tenda pengungsian dan dapur umum.
"Kami berharap pihak BPBD segera memasang tenda agar warga bisa mengungsi dengan layak. Kami juga meminta Dinas Sosial menyiapkan dapur umum," ujarnya.