Prajurit Marinir Asal Lampung Utara Gugur Tertimbun Longsor di Jawa Barat, Tinggalkan Istri yang Hamil 7 Bulan

Prajurit Marinir asal Lampung Utara gugur tertimbun longsor di Jabar.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Utara, Lampung – Isak tangis menyelimuti Desa Kalibening Raya, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara. Praka Marinir Ari Kurniawan, prajurit Yonif 9 Marinir "Beruang Hitam", gugur saat menjalankan tugas negara dalam musibah longsor di Cisarua, Jawa Barat.

img_title 7 Hari Nihil, Pencarian Penumpang Kapal Batu Mandi yang Jatuh di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Almarhum merupakan satu dari empat prajurit yang dinyatakan gugur setelah material longsor menimbun tenda latihan pada Sabtu lalu. Saat itu, Praka Ari bersama 22 rekan lainnya tengah mengikuti latihan pra-tugas untuk pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas).

Jenazah dijadwalkan tiba di rumah duka pada Rabu (28/1/2026) pagi setelah sempat tertunda akibat kendala cuaca. Almarhum akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdiannya.

img_title Jelang Salat Jumat, Ruang Pengimaman Masjid Al-Ikhsan Madukoro Terbakar akibat Korsleting

Kepergian pria kelahiran 1999 ini meninggalkan luka yang sangat dalam bagi keluarga, terutama sang istri, Intan, yang saat ini sedang mengandung anak pertama dengan usia kandungan tujuh bulan.

Ayah almarhum, Wawi, mengenang komunikasi terakhir pada Kamis malam sebelum musibah. Almarhum sempat menanyakan kabar orang tuanya, namun tidak bisa melakukan panggilan video karena posisi sedang berada di tengah hutan yang gelap.

img_title Dua Hari Dicari, Remaja yang Tenggelam Saat Tolong Temannya di Way Sekampung Ditemukan Tewas

"Ari dikenal ramah, bersahaja, dan sangat menyayangi keluarga. Ia adalah kebanggaan desa kami," tutur Marno, kakak sepupu almarhum

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa dari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor, empat orang dinyatakan gugur.

Dua di antaranya telah lebih dahulu dimakamkan di kampung halaman masing-masing, yakni Praka Muhammad Kori di Lampung Timur dan Serda Sidiq Hariyanto di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi keluarga besar TNI Angkatan Laut, sekaligus pengingat akan besarnya risiko dan pengorbanan yang harus dihadapi para prajurit demi menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa. (*)