Pemakaman Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Berlangsung Haru di Lampung Timur
- Lampung.viva
Lampung Timur, Lampung – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman militer Praka Muhammad Kori, prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir Beruang Hitam, di TPU Desa Kibang, Lampung Timur, Senin (26/1/2026) sore.
Almarhum merupakan salah satu korban gugur dalam musibah tanah longsor saat latihan di Cisarua, Jawa Barat.
Praka Muhammad Kori merupakan prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir “Beruang Hitam” Lampung yang menjadi korban longsor saat mengikuti latihan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Almarhum diketahui merupakan satu dari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor pada Sabtu lalu.
Upacara pemakaman dilakukan dengan penghormatan militer, ditandai dengan tembakan salvo. Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman, di mana keluarga tak kuasa menahan tangis.
Istri almarhum tampak terpukul sambil memeluk anak keduanya yang masih berusia dua tahun. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan sangat menyayangi keluarga.
Ibu almarhum, Samrah, mengaku sempat merasakan firasat sebelum kejadian longsor terjadi. Ia juga menyebut almarhum sempat berjanji akan membelikan rumah untuk orang tuanya sebelum berangkat latihan ke Cisarua.
Karangan bunga ucapan duka cita tampak memenuhi rumah duka. Keluarga dan warga sekitar mengaku tidak menyangka Praka Muhammad Kori yang dikenal baik dan bersahaja harus berpulang akibat musibah tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa dari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor, empat orang ditemukan meninggal dunia.
Dua di antaranya telah dimakamkan, yakni Praka Muhammad Kori di Lampung Timur dan Serda Sidiq Hariyanto di Kotabumi, Lampung Utara. (*)