Lampung Timur Tegaskan Posisi sebagai Penghasil Padi Terbesar Kedua di Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menegaskan perannya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Provinsi Lampung.
Kabupaten ini tercatat sebagai penghasil padi terbesar kedua se-Lampung dan terus menjaga produktivitas melalui penguatan sektor pertanian.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan jajaran Kodam XII/Radin Inten yang turut mendukung sektor pertanian melalui gerakan tanam padi serentak.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. TNI tidak hanya bicara soal pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui gerakan tanam padi serentak,” ujar Ela, Selasa (20/1/2025).
Ela menegaskan, dukungan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong program swasembada pangan nasional.
Sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Lampung, Lampung Timur menyatakan kesiapan mendukung kebijakan tersebut.
“Alhamdulillah, Lampung Timur merupakan penghasil padi terbesar kedua di Provinsi Lampung. Ini harus kita jaga dan tingkatkan melalui kolaborasi semua pihak,” katanya.
Menurut Ela, peran pemerintah daerah penting dalam memastikan petani dapat menjalankan siklus tanam secara optimal, mulai dari musim tanam pertama (MT1), MT2, hingga MT3.
“Pemerintah daerah harus hadir melayani. Ketika petani bisa tanam dan panen, roda ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.
Selain itu, Ela menyoroti kesiapan Perum Bulog menyerap hasil panen petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.
“Bulog sudah siap menampung hasil panen petani. Dengan HPP yang jelas, petani merasa lebih tenang,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemkab Lampung Timur, luas baku sawah di daerah tersebut mencapai 55.952 hektare.
Sekitar 2.900 hektare berada di Kecamatan Way Bungur sebagai wilayah pendampingan, sementara 500 hektare di Desa Braja Fajar menjadi lokasi tanam serentak.
“Ini merupakan hamparan yang memasuki masa tanam MT1, dari Januari hingga April nanti panen dan dilanjutkan MT2,” kata Ela.
Ia menekankan kelancaran sistem irigasi sebagai faktor penentu keberhasilan pertanian.
Pemkab Lampung Timur terus berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menjaga pasokan air irigasi.