Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Lampung Utara, Puluhan Rumah Terdampak

Banjir rendam 3 Kecamatan di Lampung Utara.
Sumber :
  • Lampung.viva

Lampung Utara, LampungHujan deras diwilayah Kabupaten Lampung Utara, sejak dini hari menyebabkan air sungai meluap cukup tinggi, Sabtu 17 Januari 2026 mengakibatkan tiga kecamatan di Kabupaten Lampung Utara terdampak banjir, dan puluhan rumah terendam.

img_title Antar Penumpang Tagih Utang Mantan Pacar, Driver Ojek Malah Dibacok Cemburu Buta

Dari data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Lampung utara, Tiga kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Kotabumi,  Kotabumi Selatan,  dan Kecamatan Abung Selatan.

Salah satu warga Kelurahan Cempedak,  Kecamatan Kotabumi yang rumahnya terdampak banjir mengeluhkan janji Pemerintah Daerah yang akan melakukan pengerukan sungai.

img_title Jelang Salat Jumat, Ruang Pengimaman Masjid Al-Ikhsan Madukoro Terbakar akibat Korsleting

"Katanya sih pemerintah mau keruk kali Way Umban yang sudah dangkal dan banyak sampah,  tapi sampai saat ini tidak terealisasi," keluh Lalan.

Selain merendam rumah, banyak barang eletronik milik warga yang tidak sempat di evakuasi juga mengalami kerusakan.

img_title Tragis! Janda Dua Anak di Lampung Utara Ditemukan Tewas Mengenaskan, Tangan dan Kaki Terikat

Pasca banjir sebagian warga masih memilih untuk bertahan mengamankan harta benda mereka,  walapun ada sebagian memilih untuk mengungsi demi keselamatan.

Berikut data lengkap yang diperoleh dari BPBD Lampung Utara : 

Kecamatan Kotabumi, Kelurahan Cempedak terdapat 64 Rumah warga yang terdampak banjir,  selain itu di wilayah Kelurahan Sribasuki dilaporkan ada 33 Rumah Warga Yang Terdampak.

Sementara wilayah Kecamatan Kotabumi Selatan, ada dua keluarahan yang dilaporkan terdampak,  yaitu Kelurahan Kota Alam dan Kelurahan Tanjung Harapan dengan total 7 rumah warga terendam banjir.

Lalu Kecamatan Abung Selatan, Ada 11 Rumah yang terdampak, yaitu di Desa Candimas sebanyak 7 rumah,  dan Desa Kalibening Raya 4 rumah.

Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Syahputra membenerkan peristiwa tersebut, “ Intensitas hujan yang tinggi sejak dini hari menyebabkan air sungai meluap, “ jelas Erwin

Banjir ini menjadi agenda tahunan ,  namun hingga kini Pemerintah belum mengambil langkah strategis guna mengurangi dampak meluapnya air sungai, salah satunya dengan melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendakalan.

Warga menunggu keseriusan pemerintah, jika tidak ditangani dengan serius tentu warga yang terdampak akan semakin banyak.(*)