122 Rumah Warga di Tulang Bawang Rusak Akibat Diterjang Angin Puting Beliung
- Lampung.viva
Tulang Bawang, Lampung – Angin puting beliung disertai hujan menyebabkan ratusan rumah warga di Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung mengalami kerusakan.
Bencana alam angin puting beliung kembali menerjang Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Kali ini, bencana angin puting beliung memporak-porandakan ratusan rumah warga di Kampung Sidomulyo, Kecamatan Penawar Tama pada Minggu petang (11/1/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.
Menurut keterangan warga peristiwa angin puting beliung tersebut bermula saat cuaca berubah menjadi mendung ketika menjelang Maghrib. Padahal, pada siang hari hingga menjelang sore cuaca di sekitar Kampung Sidomulyo panas terik.
Tiba-tiba, tidak begitu lama setelah cuaca mendung, datanglah angin kencang disertai hujan deras pada sore hari menjelang Maghrib. Meski berlangsung hanya beberapa menit, peristiwa angin puting beliung sempat membuat warga panik karena angin puting beliung melanda disertai hujan deras.
Dari pantauan di lokasi terdampak angin puting beliung pada Senin (12/1/2026) sebagian besar kerusakan rumah warga terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu bencana angin puting beliung disertai hujan deras. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tidak hanya rumah warga, sejumlah pohon besar juga roboh akibat angin puting beliung hingga menutup akses jalan desa dan halaman rumah warga. Belasan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulang Bawang dikerahkan ke lokasi terdampak angin puting beliung.
Bersama Polisi dan TNI, BPBD membantu memperbaiki rumah warga yang terdampak angin puting beliung dms membersihkan ranting pohon yang roboh.menutup jalan desa dan halaman rumah warga.
Hendra (25) warga Desa Sidomulyo mengatakan, peristiwa angin puting beliung tersebut bermula saat cuaca berubah menjadi mendung pada Minggu sore hari menjelang Maghrib.
"Kejadiannya gak begitu lama, sekitar 10 menit. Anginnya kencang disertai hujan deras," kata Hendra.
Hendra menuturkan ia berada di dalam rumah bersama keluarga dan tidak berani keluar rumah karena khawatir dengan keselamatan anak dan istrinya.
"Sempat panik, waktu kejadian saya di rumah jagain anak-anak takut tertimpa atap rumah yang berterbangan disapu angin puting beliung," tutur Hendra.