Diduga Diintimidasi hingga Dianiaya, Pengusaha Properti di Lampung Polisikan Anggota DPRD

Pelaporan dugaan pemerasan terhadap pegusaha properti.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bandar Lampung, Lampung – Seorang pengusaha properti di Kota Bandar Lampung, Heru Susanto, melaporkan dugaan pemerasan, penganiayaan, serta ancaman kekerasan yang dialaminya ke Polsek Sukarame. 

img_title Kembali Raih WTP, Pemkab Pesisir Barat Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD

Peristiwa tersebut diduga melibatkan seorang oknum anggota DPRD yang masih aktif, berinisial E.

Kejadian itu berlangsung pada Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 14.30 WIB di Auto Steam Auto Shine, Jalan Letjen Ryacudu, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.

img_title Kunci Tertinggal di Mobil, Gran Max Ekspedisi di Padang Ratu Diembat Maling Lalu Ditinggal di Kebun

Dalam keterangannya, Heru menjelaskan peristiwa bermula saat E datang ke lokasi usaha steam mobil tersebut bersama dua hingga tiga orang pria tanpa izin pemilik tempat. 

Situasi yang awalnya normal berubah mencekam ketika E tiba-tiba marah dan melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya.

img_title Ponsel Wartawan Dipukul Saat Meliput Sidang Korupsi SPAM Pesawaran

"Sekitar jam 14.30 dia datang ke tempat steam. Tiba-tiba marah-marah, datang bawa dua atau tiga orang. Di situ saya dicekik, dijambak, dan dicakar," ujar Heru.

Salah satu rekan yang datang bersama E diketahui berinisial K. Menurut Heru, sejak awal kedatangan, para terlapor diduga telah memantau pergerakannya dan sengaja melakukan intimidasi.

"Begitu saya datang, mereka langsung terobos masuk. Satu orang jaga di depan supaya saya tidak kabur, yang lain ikut mengintimidasi," katanya.

Heru mengungkapkan, persoalan tersebut berawal dari hubungan bisnis terkait utang-piutang. Ia mengaku sempat meminjam uang kepada E untuk kebutuhan tambahan modal usaha properti, namun belum pernah ada kesepakatan resmi atau akad.

"Saya usaha properti. Dalam perjalanan bisnis, saya butuh tambahan modal. Karena kedekatan, dia menawarkan pakai uang dia dulu. Saya bilang bayarnya setelah akad," jelasnya.

Namun, sebelum akad dilakukan, Heru mengaku ditagih secara paksa disertai ancaman serius.

"Belum akad, tapi beliau tidak sabar. Hari itu langsung datang dan menekan saya," ujarnya.

Dalam situasi tersebut, Heru mengaku menerima ancaman pembunuhan.

"Dia bilang, Gampang nyari lo itu, gampang bunuh lo itu. Dua puluh sampai tiga puluh juta bisa bunuh lo,"tutur Heru menirukan ucapan terlapor.

Ancaman juga disampaikan oleh salah satu rekan yang datang bersama E.

"Yang laki-laki itu bilang, ‘Saya potong kaki kamu di sini, saya tinggalin kaki kamu di sini," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title