Tradisi Pedang Pora Lepas Sambut Kapolres Pesawaran: AKBP Alvie Granito Resmi Menjabat
- Istimewa
Pesawaran, Lampung – Estafet kepemimpinan di Polres Pesawaran resmi berganti. Melalui tradisi Pedang Pora yang khidmat, tongkat komando kini beralih dari AKBP Heri Sulistyo Nugroho, kepada AKBP Alvie Granito Panditha, Sabtu (10/1/2026).
Dalam upacara Welcome and Farewell Parade, AKBP Heri Sulistyo menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh personel selama masa kepemimpinannya di Bumi Andan Jejama. Ia selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Wadir Intelkam Polda Jawa Timur.
"Terima kasih atas loyalitas rekan-rekan selama ini. Saya yakin di bawah kepemimpinan AKBP Alvie Granito, Polres Pesawaran akan jauh lebih baik dan berprestasi," ujar AKBP Heri Sulistyo.
Sementara itu, Kapolres Pesawaran yang baru, AKBP Alvie Granito Panditha, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan berbagai program serta kebijakan positif yang telah dirintis oleh pendahulunya.
AKBP Alvie Granito menegaskan akan fokus pada peningkatan kinerja personel, penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta optimalisasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
"Saya mengharapkan dukungan, kerja sama, serta loyalitas dari seluruh personel dan elemen masyarakat agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara optimal," ungkap AKBP Alvie Granito Panditha.
Lebih lanjut, AKBP Alvie Granito Panditha, mengajak seluruh jajaran Polres Pesawaran untuk senantiasa menjaga soliditas, integritas, dan semangat pengabdian dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pesawaran.
Pada kesempatan tersebut, keluarga besar Polres Pesawaran juga menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada AKBP Heri Sulistyo Nugroho, atas penugasan barunya sebagai Wakil Direktur Intelkam Polda Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan Welcome and Farewell Parade ditutup dengan prosesi pengantaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, beserta Ibu meninggalkan Mapolres Pesawaran, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, beserta Ibu, diiringi kembali dengan tradisi pedang pora sebagai bentuk penghormatan terakhir. (*)