Dua Oknum ASN Lampung Timur Diduga Ngamar di Hotel Bandar Lampung, Disdikbud Lakukan Klarifikasi
- Istimewa
Lampung Timur, Lampung – Warga memergoki dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Lampung Timur yang diduga bukan pasangan suami istri usai berada dalam satu kamar hotel di wilayah Kota Bandar Lampung. Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kini viral di media sosial.
Dua oknum ASN itu masing-masing berinisial SD, seorang kepala sekolah, dan SK, guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalam rekaman CCTV hotel, keduanya terlihat masuk ke dalam satu kamar dan berada di dalamnya selama sekitar tiga jam.
Setelah itu, keduanya keluar bersama, dengan sang perempuan terlihat mengenakan pakaian berbeda.
Peristiwa yang terjadi pada 27 Desember 2025 tersebut memicu kemarahan warga yang merekam kejadian, bahkan mengaitkannya dengan dugaan hubungan terlarang.
Video tersebut juga menampilkan kendaraan roda empat yang digunakan keduanya saat meninggalkan lokasi hotel.
Menanggapi video viral itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Timur, Marsan, membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dan akan segera memanggil kedua oknum ASN untuk dimintai klarifikasi.
"Setelah dicek di Dapodik, benar yang bersangkutan merupakan ASN di Kecamatan Way Bungur berinisial SD dan tenaga pendidik PPPK di Kecamatan Sekampung Udik berinisial SK," ujar Marsan, Jumat (9/1/2025).
Meski demikian, hingga saat ini Disdikbud Lampung Timur mengaku belum menerima laporan resmi, baik dari pasangan sah masing-masing ASN maupun dari pihak lain yang merasa dirugikan.
"Kami tentu akan mengambil langkah sesuai aturan dan regulasi yang berlaku, yakni melakukan pemanggilan untuk klarifikasi guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," bebernya.
Marsan menegaskan, jika terbukti terjadi pelanggaran etika ASN, penanganan lebih lanjut akan menjadi kewenangan Inspektorat Kabupaten Lampung Timur.
"Kalau soal mencoreng nama baik institusi, tentu iya karena ini menyangkut etika sebagai ASN. Namun sejauh mana kebenarannya, itu akan dibuktikan oleh penyidik Pegawai Negeri Sipil di Inspektorat," tegasnya.
Pihak dinas menyayangkan kejadian ini karena dinilai telah mencoreng martabat korps ASN, terutama di sektor pendidikan. Proses penyelidikan kini tengah berjalan untuk membuktikan kebenaran dugaan tindakan asusila tersebut. (*)