Mesuji Dikepung Banjir: 15 Desa di 5 Kecamatan Terendam, Aktivitas Warga Lumpuh
- Lampung.viva
Mesuji, Lampung – Hujan deras dengan intensitas tinggi selama 12 jam sejak Jumat petang (9/1/2026) menyebabkan banjir besar di Kabupaten Mesuji, Lampung. Hingga Sabtu siang (10/1/2026), ratusan rumah warga masih terendam air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 70 centimeter.
Tidak hanya merendam ratusan rumah, banjir juga merendam jalan desa dan pertanian. Hujan deras yang melanda Kabupaten Mesuji, Lampung pada Jumat petang (9/1/2026) menyebabkan banjir hingga merendam ratusan rumah warga di 15 desa.
Belasan desa yang terdampak banjir tersebut tersebar lima kecamatan. Lima kecamatan yang terdampak banjir yakni, di Kecamatan Simpang Pematang, Way Serdang, Tanjung Raya, Mesuji Timur, dan Rawa Jitu Utara.
Selain faktor hujan deras selama 12 jam, banjir juga disebabkan meluapnya sungai yang di wilayah setempat. Hingga Sabtu siang (10/1/2026) ratusan rumah di masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 centimeter.
Di Kecamatan Simpang Pematang, banjir merendam Desa Agung Batin dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Sementara di Kecamatan Way Serdang, banjir dan luapan sungai berdampak pada Desa Labuhan Batin, Tritunggal Jaya, Panca Warna, Hadimulyo, dan Kebun Dalam dengan ketinggian air 20 hingga 50 centimeter.
Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga merendam jalan desa dan puluhan hektar lahan pertanian warga, meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa banjir ini.
Saat ini sebagian warga masih bertahan di rumahnya sementara sejumlah warga lainnya yang terdampak banjir memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.
Dengan kondisi banjir yang merendam jalan desa dan rumah mereka, aktivitas warga yang mayoritas sebagai petani lumpuh. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji memberikan bantuan sembako.
Saat ini, aparat kepolisian bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa terus melakukan pendataan dan mendorong penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak melalui dana desa.
Ponijan (50) warga Desa Agung Batin mengatakan, banjir di desanya sebabkan curah hujan yang tinggi selama beberapa jam hingga aliran sungai meluap ke pemukiman warga dan akses jalan desa.