Banjir Rendam SDN 1 Jagabaya III, Aktivitas Belajar Terganggu

Suasana di lokasi
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama lebih dari dua jam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, Kamis sore hingga malam. 

img_title Masuki Tahun Ajaran Baru, Polsek Penengahan Bentengi Siswa SMAN 1 Ketapang dari Narkoba dan Judi Online

 

Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah SD Negeri 1 Jagabaya III di Kecamatan Way Halim.

img_title Langgar Kuota Zonasi, Ombudsman Perintahkan Inspektorat Audit 40 SMPN di Bandar Lampung

 

Air setinggi sekitar satu meter menggenangi area sekolah dan memaksa aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara. 

img_title Tinjau Dua Sekolah di Natar, Kajati Lampung Pastikan Program MBG Bebas Kendala

 

Luapan air berasal dari sungai yang berada tepat di samping sekolah setelah hujan dengan intensitas tinggi turun sejak Kamis petang.

 

Air mulai masuk ke lingkungan sekolah sekitar pukul 19.00 WIB dan merendam halaman sekolah serta ruang perpustakaan. 

 

Hingga Jumat pagi, 9 Januari 2026, bekas banjir masih terlihat jelas. Lapangan sekolah dipenuhi lumpur cokelat, sementara lantai sejumlah ruangan tampak licin.

 

Pantauan di lokasi, pihak sekolah bersama BPBD Kota Bandar Lampung melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa arus. 

 

Meski para siswa tetap datang ke sekolah, kegiatan belajar mengajar belum dapat dilaksanakan.

 

Operator Sekolah SDN 1 Jagabaya III, Erfansyah, mengatakan banjir yang merendam sekolah ini kerap terjadi karena kondisi sungai di samping sekolah belum mendapat penanganan.

 

“Setiap hujan deras cukup lama, air dari sungai langsung meluap dan masuk ke area sekolah. Ketinggian air kemarin mencapai sekitar satu meter dan merendam perpustakaan serta halaman sekolah,” ujar Erfanysah.

 

Ia menambahkan, pihak sekolah belum berani menggelar pembelajaran karena kondisi sekolah masih belum aman.

 

“Sekarang kami fokus pembersihan. Lantainya masih licin dan banyak lumpur, jadi kami menunggu kondisi benar-benar aman sebelum kegiatan belajar mengajar kembali normal,” katanya.

 

Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu situasi benar-benar kondusif sebelum aktivitas pembelajaran kembali dilaksanakan secara normal. (*)