Dipicu Hilangnya Speaker, Pegawai Bank BUMN di Lampung Diduga Dianiaya di Indekos

Hendra Winata saat diwawancarai
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Seorang pegawai bank milik negara, Hendra Winata (25), diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah indekos yang berlokasi di Jalan Nunyai, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung

img_title Ombudsman Lampung Temukan Pelanggaran di Seluruh Jalur SPMB SMP Negeri Bandar Lampung

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala hingga harus menjalani empat jahitan. 

img_title Lulus Tes Kesehatan dan Berkendara, Penyandang Disabilitas Terima SIM D

 

Hendra menduga penganiayaan dilakukan oleh D, anak dari seorang pensiunan anggota Polri.

img_title Ribut Mantan Pacar Berujung Berdarah, Stefan Nekat Tikam Dua Pemuda di Gudang 2 Billiard Pringsewu

 

Kepada wartawan, Hendra menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal dari hilangnya sebuah speaker milik salah satu penghuni indekos pada awal Januari 2026. 

 

Sejak saat itu, sejumlah penghuni, termasuk dirinya, mulai dimintai keterangan terkait keberadaan barang tersebut.

 

“Sebelum ramai soal speaker hilang, kami sempat mengadakan acara bakar jagung. Dari situ, saya dan teman-teman melihat terlapor terakhir kali membawa speaker,” ujar Hendra saat ditemui, Selasa (6/1/2026).

 

Hendra menegaskan, meski sering berada di lokasi, dirinya bukan penghuni tetap indekos, melainkan datang bersama teman. 

 

Keesokan harinya, suasana kembali memanas setelah pemilik indekos datang untuk menanyakan langsung perihal speaker yang hilang.

 

Menurut Hendra, pemilik indekos yang diketahui merupakan purnawirawan Polri datang dengan emosi dan mengeluarkan kata-kata yang dinilainya tidak pantas. 

 

Ia bersama beberapa saksi kemudian diminta masuk ke rumah pemilik indekos yang berada di samping bangunan kos.

 

“Di dalam rumah, bapak terlapor sempat mengambil linggis dari dekat pintu. Walaupun tidak memukul, sikap dan ucapannya membuat saya merasa terintimidasi,” kata Hendra.

 

Disampaikan Hendra, situasi semakin memanas ketika anak pemilik indekos keluar rumah dan menampar pipi kanan korban. 

 

Tak berselang lama, ibu terlapor ikut keluar sambil membawa sapu dan memukul kepala korban, yang kemudian menyebabkan luka.

 

“Pukulan itu mengenai kepala bagian kanan saya,” ungkapnya.

 

Merasa dirugikan, Hendra akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kedaton. Laporan itu tercatat dengan nomor STPLP/B/11/I/2026/SPKT/Polsek Kedaton/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.

 

Kapolsek Kedaton Kompol Budi Harto membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. 

 

Ia menyebutkan bahwa saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title