Pemprov Lampung Perkuat Pelayanan Publik dan Kolaborasi Lintas Sektor di 2026

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bandar Lampung, LampungGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin rapat koordinasi (rakor) perdana tahun 2026 bersama pejabat eselon II dan III di Balai Keratun, Senin (5/1/2026). 

img_title Ekonomi Petani Membaik, Gubernur Rahmat Mirzani Sebut APK Kuliah di Lampung Melonjak

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa tahun ini Pemprov Lampung akan fokus pada tiga pilar utama yakni kualitas pelayanan publik, disiplin internal, dan kolaborasi lintas sektor.

Rakor ini membahas target-target strategis Pemprov Lampung di 2026, khususnya yang menjadi titik tekan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN).

img_title Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Sidang Pleno dan Penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Medan

"Di 2026 ini kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, kita perkuat disiplin internal, serta membangun semangat dan fokus dalam mendorong program-program, baik program pusat maupun provinsi. Selain itu, kolaborasi juga harus semakin diperkuat," ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Lampung menegaskan bahwa pelayanan masyarakat menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Berdasarkan evaluasi program sepanjang 2025, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih responsif terhadap keluhan masyarakat.

img_title Belum Terima Surat dari Polresta, Sekda Lampung Sebut Sanksi ASN Tersangka MinyaKita Belum Bisa Diproses

"Pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik. Masih banyak komplain dari masyarakat, dan ini kita minta agar seluruh OPD semakin responsif dan memiliki semangat melayani," tegasnya.

Dalam rakor tersebut, Mirza juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan terus dilanjutkan pada 2026. Salah satunya adalah pengembangan program pupuk cair organik (POC) di seluruh desa di Provinsi Lampung.

"Kita ingin melanjutkan program pupuk cair organik. Targetnya, seluruh desa di Lampung memiliki fasilitas pembuatan pupuk cair. Tahun 2025 kemarin sudah berjalan di sekitar 500 desa dan Alhamdulillah banyak peningkatan yang terjadi," ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Lampung juga melanjutkan program pemasangan dryer atau alat pengering hasil pertanian

Pada tahun ini, sekitar 100 desa ditargetkan mendapatkan fasilitas tersebut guna memudahkan petani dalam mengeringkan komoditas pertanian.

"Kita lanjutkan juga pemasangan dryer di desa-desa agar pengeringan komoditas lebih mudah dan hasil pertanian memiliki nilai tambah," katanya.

Program pembangunan infrastruktur jalan juga tetap menjadi perhatian Pemprov Lampung sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui rakor ini, Mirza berharap seluruh OPD dan pegawai di lingkungan Pemprov Lampung memiliki kesamaan visi dan fokus dalam mewujudkan target pembangunan 2026 yang berorientasi pada pelayanan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan daerah.(*)