Khilafatul Muslimin Klaim Komitmen Jaga Persatuan Bangsa
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Khilafatul Muslimin menegaskan bahwa keberadaannya tidak bertentangan dengan Pancasila dan tidak memiliki tujuan politik untuk mengubah sistem negara .
Mereka menyatakan komitmen untuk menjaga persatuan bangsa serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pembinaan moral dan kegiatan sosial .
Juru Bicara Khilafatul Muslimin, Abu Salma
- Foto dokumentasi istimewa
Juru Bicara Khilafatul Muslimin, Abu Salma, mengatakan pemahaman mengenai konsep khilafah yang dianut kelompoknya sering disalahartikan sebagai gerakan politik kekuasaan.
Menurutnya, khilafah dimaknai sebagai wadah persaudaraan umat Islam dalam menjalankan ajaran agama, baik secara pribadi maupun berjamaah.
“Kami tidak memiliki niat sedikit pun untuk merongrong kedaulatan negara atau mengubah sistem politik yang berlaku di Indonesia,” ujar Abu Salma, Senin (29/12).
Ia juga menegaskan bahwa penghormatan terhadap simbol negara, termasuk Bendera Merah Putih, tidak bertentangan dengan keyakinan
Khilafatul Muslimin. Menurutnya, simbol kebangsaan dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Penghormatan terhadap Merah Putih tidak mengubah akidah kami,” katanya.
Abu Salma menambahkan bahwa kontribusi Khilafatul Muslimin terhadap bangsa lebih menitikberatkan pada pelatihan mental dan spiritual masyarakat.
Ia menyebut upaya membentuk pribadi yang jujur, taat hukum, dan menghindari perilaku menyimpang sebagai bagian dari kontribusi sosial yang selama ini dilakukan.
“Kami membina masyarakat agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan dan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan Khilafatul Muslimin berpendapat terbuka dan tidak eksklusif, serta siap berdialog secara ilmiah dan objektif.
Menurutnya, persatuan nasional akan semakin kuat apabila setiap kelompok diberi ruang untuk dipahami tanpa prasangka.
“Kami hadir bukan untuk bersaing dengan negara, tetapi untuk mengisi ruang spiritual umat,” tandasnya.
Humas Khilafatul Muslimin, Ustaz Zulmar
- Foto Dokumentasi Riduan
Sementara itu, Humas Khilafatul Muslimin, Ustaz Zulmar, menepis anggapan bahwa kelompoknya ingin mengganti ideologi Pancasila.
Ia menegaskan tidak ada ajaran dalam Khilafatul Muslimin yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.
“Kami warga negara Indonesia. Kami memiliki identitas resmi dan menjalankan kewajiban sebagai warga negara,” kata Zulmar.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas Khilafatul Muslimin diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan, seperti pendirian pondok pesantren secara mandiri, bakti sosial, layanan pengobatan gratis, serta pembinaan generasi Qur'ani di berbagai daerah.