Nihil Hingga Hari Ke-7, Basarnas Lampung Hentikan Pencarian 8 ABK KM Maulana 30
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung resmi menghentikan operasi pencarian terhadap delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang akibat kapal terbakar di perairan Selatan Belimbing, Pesisir Barat.
Penutupan operasi dilakukan pada Jumat (26/12/2025) setelah pencarian memasuki hari ketujuh tanpa hasil.
Selama tujuh hari operasi, Tim SAR Gabungan telah mengerahkan segala sumber daya, termasuk KN SAR 224 Basudewa, untuk menyisir area seluas 142 nautical mile persegi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. menyampaikan dukacita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang dialami oleh KM Maulana 30 yang terbakar di Perairan Belimbing, Provinsi Lampung.
"Penghentian operasi dilakukan setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian intensif selama tujuh hari dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,'' ucap Deden.
Pada hari ke 7 operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan koordinasi sejak pagi hari sebelum melakukan pencarian di area seluas 142 nautical mile persegi.
"Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai dengan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan," ujar Deden.
Deden menjelaskan pencarian dilakukan menggunakan KN SAR 224 Basudewa dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.
Tim juga melakukan penyisiran sepanjang pesisir Tampang hingga wilayah Way Bangik dan Teluk Kiluan. Namun hingga sore hari, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan ABK KM Maulana 30 yang masih dalam status dalam pencarian.
"Setelah berkoordinasi dengan Saiful Umam (pihak keluarga korban), operasi SAR kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," jelas Deden.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 33 orang di atas kapal, sebanyak 25 orang berhasil selamat, sementara delapan orang dinyatakan hilang. Korban selamat sebanyak 25 orang telah dievakuasi ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta.
Basarnas Lampung menyatakan operasi dapat dibuka kembali jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan para korban. Pihak keluarga juga telah diberikan penjelasan mengenai prosedur penghentian operasi ini. (*)