Rumah Kosong Ditinggal Hajatan, Kediaman Warga Lampung Barat Ludes Terbakar
- Lampung.viva
Lampung Barat, Lampung – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik Heri Gunawan di Pemangku I, Pekon Bahway, Kecamatan Balik Bukit, pada Senin (22/12/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Seluruh bangunan beserta isinya ludes tak tersisa dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.
Saat api berkobar, rumah dalam kondisi kosong karena pemilik beserta keluarga sedang menghadiri hajatan kerabat di dekat lokasi.
Warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun angin kencang membuat api cepat merambat.
Petugas Damkar Balik Bukit yang tiba di lokasi berhasil menjinakkan si jago merah dalam waktu 10 menit, meski bangunan sudah terlanjur rata dengan tanah. Penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik.
Sejumlah pejabat daerah langsung meninjau lokasi kejadian, di antaranya Camat Balik Bukit, Kapolsek Balik Bukit, Kepala Puskesmas Liwa, serta Peratin Pekon Bahway.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat dijadwalkan akan turun langsung pada Rabu esok hari bersama Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan darurat bagi keluarga terdampak.
Camat Balik Bukit, Juremiyudi, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warganya. Ia mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan, diduga akibat korsleting listrik atau faktor lain.
Informasi kejadian ini telah dilaporkan kepada Bupati Lampung Barat, yang memastikan akan menemui korban secara langsung.
Dari sisi kesehatan, Kepala Puskesmas Liwa, Tika Megi Fitrianingsih, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami syok serta keluhan sakit pada tenggorokan.
Puskesmas Liwa juga telah memberikan obat-obatan untuk membantu pemulihan kondisi korban.
Sementara itu, Heri Gunawan, pemilik rumah, mengaku terpukul saat mengetahui rumahnya telah habis terbakar. Saat kejadian, ia berada di rumah saudara yang jaraknya berdekatan.
Api yang cepat membesar membuat dirinya tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga maupun dokumen penting. Kini, hanya pakaian yang melekat di badan yang tersisa. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dan perhatian atas musibah yang dialaminya.(*)