Musim Nataru Dimulai, Moda Transportasi Kereta Diserbu Penumpang
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Lonjakan mobilitas masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mulai terasa.
Tiket perjalanan kereta api rute Tanjung Karang–Kertapati tercatat telah habis terjual hingga periode arus balik, meskipun PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menambah rangkaian gerbong untuk mengantisipasi tingginya permintaan.
Wakil Presiden Eksekutif PT KAI Divre IV Tanjung Karang
- Foto Dokumentasi Riduan
Masa angkutan Nataru resmi dimulai pada 18 Desember 2025 dan menjadi momentum meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat, baik untuk mudik maupun berlibur.
Di Bandar Lampung, kereta api tetap menjadi salah satu moda transportasi favorit karena dinilai aman dan nyaman.
PT KAI Divisi Regional IV Tanjung Karang menyiapkan layanan bagi sekitar 52.000 penumpang selama periode Nataru.
Namun, tingginya minat masyarakat membuat kuota tiket untuk rute Tanjung Karang menuju Kertapati, Palembang, telah terjual habis jauh sebelum hari keberangkatan.
Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Mohamad Ramdany, menjelaskan kondisi tersebut tidak terlepas dari sistem penjualan tiket yang telah dibuka sejak 45 hari sebelum jadwal keberangkatan.
“Untuk tiket perjalanan Tanjung Karang–Kertapati, seluruhnya sudah habis terjual hingga arus balik karena penjualan dilakukan sejak 45 hari sebelum keberangkatan,” kata Ramdany, Kamis (18/12/2025).
Tes Urin di Stasiun Tanjung Karang
- Foto Dokumentasi Riduan
Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, PT KAI juga memperkuat langkah mitigasi selama masa angkutan Nataru.
Sejumlah petugas disiagakan di titik-titik rawan bencana, serta dilakukan pemeriksaan terhadap petugas lapangan guna memastikan mereka menjalankan tugas sesuai prosedur dan bebas dari penggunaan obat-obatan terlarang.
Dengan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia tersebut, PT KAI berharap penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. (*)