Prediksi Lonjakan Trafik 30 Persen, Hutama Karya Siagakan 3.223 Personel Kawal Arus Nataru di JTTS

Hutama Karya gelar apel siaga libur nataru 2025-2026.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – PT Hutama Karya (Persero) memastikan kesiapan total Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dalam melayani arus mudik dan balik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026. Hal ini ditegaskan melalui Apel Siaga Nataru yang digelar di Rest Area KM 397 Tol Palembang-Betung pada Selasa (16/12/2025).

img_title Sempat Down, Layanan Tiket Digital Ferizy ASDP Sudah Kembali Normal dan Bisa Diakses

Hutama Karya memproyeksikan adanya peningkatan volume lalu lintas hingga 30,2 persen di JTTS. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan telah menuntaskan seluruh perbaikan jalan pada 16 Desember dan menyiagakan fasilitas pendukung.

Selama Nataru, Hutama Karya mengoperasikan 14 ruas JTTS sepanjang 800,52 km, didukung 3.223 personel siaga, 451 unit armada operasional, serta 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Layanan diperkuat dengan CCTV, VMS, gardu tol, mobile reader, serta integrasi melalui aplikasi HK Toll Apps.

img_title Aplikasi Ferizy Down Nasional, Antrean Truk dan Mobil Pribadi Mengular di Pelabuhan Bakauheni

Hutama Karya juga mengoperasikan sejumlah ruas yakni 14 ruas JTTS sepanjang 800,52 km, termasuk pengoperasian fungsional Junction Palembang dan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (mulai 20 Desember).

Fasilitas Rest Area sebanyak 29 titik TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan) siap melayani pengguna jalan, 1.534 CCTV, 128 mobile reader untuk mempercepat transaksi, dan aplikasi HK Toll Apps.

img_title Sabet Peringkat 4 Nasional, Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Lampung Tembus 48,59 Persen

Direktur Operasi II Hutama Karya, Gunadi, menekankan pentingnya sinergi lintas instansi untuk menjaga kelancaran. Salah satu strategi yang disiapkan adalah skema holding system di rest area untuk mengatur kepadatan arus kendaraan di jalur utama.

Berdasarkan hasil proyeksi, volume lalu lintas di JTTS diperkirakan meningkat hingga 30,2% selama periode Nataru. 

"Kondisi tersebut memerlukan kesiapsiagaan yang komprehensif, tidak hanya dari pengelola jalan tol, tetapi juga melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas instansi terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah," beber Gunadi

Sebagai bagian dari pengelolaan lalu lintas, Hutama Karya bersama instansi terkait juga menyiapkan rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui penerapan skema holding system di TIP, guna mengatur arus kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama.  

"Puncak arus mudik Natal diperkirakan pada 20–21 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik Tahun Baru pada 1 serta 3–4 Januari 2026. Kami mengimbau pengguna jalan bijak memilih waktu perjalanan," ujar Ketua Tim Penanganan Layanan, Dwi Aryono Bayuaji.

Halaman Selanjutnya
img_title