Potret Pilu Ibukota Pringsewu, Perahu Rakit Transportasi Rakyat

Perahu rakit
Sumber :
  • Nanang

LampungKisah perjuangan seorang ibu rumah tangga yang menggantungkan nasib dari perahu rakit sebrangi sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,warga berharap dibangun jembatan dan  Polres Pringsewu usulkan berjenjang 5 jembatan ke Program Presiden bangun 300.000 jembatan di Indonesia.

img_title Wapres Gibran Naik Getek Seberangi Sungai Way Bungur, Targetkan Jembatan Rampung Akhir Juli 2026


Perjuangan itupun diceritakan oleh Wasinem warga Pekon Banjarejo Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu Lampung.

Wasinem bersama suami dan kedua anaknya bahu membahu untuk membantu warga masyarakat yang akan menyebrangi sungai Way Sekampuh menuju pusat ibukota Pringsewu Lampung dengan menggunakan perakit yang terbuat dari bambu.

Pekerjaan yang digelutinya merupakan warisan dari kakeknya dan sudah 10 tahun menekuni untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan tarif seiklasnya.

"Sudah lama, perkiraan dari 2015.inikan dari kakek. Kakek sudah lebih lama lagi waktu itu kan kalau duit perkiraan 200-100. Kalau sekarang kita tarik biar tidak nanya kita tarik Rp5.000 permotor. Pendapatan sehari bisa 100.000,00. Kalau motor aku nggak bisa ngitung untuk setiap harinya," ucap Wasinem.Rabu (03/12/05).

Menurutnya, warga masyarakat yang menyebrang dengan menggunakan perahu rakitnya dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pedagang, petani.

" Pelajar, anak mau kuliah, orang mau pasar ke terminal, orang-orang mau kerja dari Banjarejo, ini kan banyak yang kerja di Pringsewu," ungkapnya.

Wasinem dan keluarga pun berharap untuk dibangun jembatan penghubung untuk menuju pusat ibukota Pringsewu Lampung.

"Jujur, kalau dibangun jembatan saya iklas mau lepas kerjaan ini, saya tidak menghalangi, saya tetap senang," ungkapnya.

Diungkapkan Isma warga Pekon Banjarejo Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu Lampung yang selalu menyebrangi sungai saat pergi beraktifitas dengan menggunakan perakit berharap untuk dibangun jembatan penghubung.

"Dari Pringsewu mau pulang kerumah. Tarif 5000,00. Saya berharap bisa dibangun akses jembatan penghubung. Karena, inikan akses terdekat ke pusat Ibukota Pringsewu. Dan, saya berharap akses jalan juga diperbaiki agar pertumbuhan ekonomi berjalan," harapnya.

Dan, selama ini tidak ada jembatan penghubung untuk aktifitas warga masyarakat dan hanya menggunakan transportasi perahu rakit untuk menyebrangi sungai dengan berbagai macam resiko.

"Sudah lama tidak ada jembatan, perjuangan kita penuh suka duka, banjir resikonya. Kita selamatkan orang orang yang akan nyebrang,"keluhnya.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Pringsewu Lampung AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan sesuai program Presiden Prabowo membangun jembatan 300.000 lokasi di Indonesia pihaknya mengusulkan 5 titik lokasi jembatan secara berjenjang.

"Kami identifikasi lokasi lokasi mana yang akan kami usulkan. Ada lima titik yang urgen dan disini kami prioritaskan karena tidak ada akses jembatan. Ini adalah lalu lintas yang padat yang dilalui anak sekolah, mahasiswa dan ibu rumah tangga yang pergi kepasar,"jelasnya.

Menurutnya, akses ini merupakan akses penghubung antar kecamatan. Apabila akan menuju ke pusat ibukota akses ini merupakan akses terdekat.

"Dari lima titik Pekon Banjarejo merupakan prioritas. Kami berharap pemerintah bisa memprioritaskan pembangunan dititik lokasi Pekon Banjarejo," tutupnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Satnarkoba Polres Pringsewu Terima Penghargaan