Bhayangkari Tulang Bawang Berpartisipasi Pecahkan Rekor MURI dalam Workshop Eco Enzim Nasional 2025
- Istimewa
Tulang Bawang, Lampung – Bhayangkari seluruh Indonesia pada hari ini, Jumat (28/11/2025), menggelar Workshop Eco Enzim Nasional 2025.
Kegiatan serentak ini bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus berupaya memecahkan Rekor MURI untuk pembuatan ecoenzim terbanyak secara nasional.
Bhayangkari Cabang Tulang Bawang turut berpartisipasi aktif dalam workshop dan praktik pembuatan ecoenzim terpadu di wilayahnya.
Para anggota menggunakan bahan organik lokal seperti kulit buah, sisa sayuran, serta gula merah untuk menghasilkan ecoenzim yang berkualitas.
Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, dalam sambutannya secara daring, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata organisasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung program Polri terkait pengurangan sampah.
"Ecoenzim bukan hanya produk ramah lingkungan, tetapi juga edukasi penting bagi keluarga dan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah organik. Hari ini, Bhayangkari menunjukkan bahwa gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar," ujar beliau.
Di Tulang Bawang, Ketua Bhayangkari Cabang, Ny. Citra Yuliansyah, menyampaikan bahwa partisipasi Cabang Tulang Bawang merupakan wujud komitmen untuk mendukung gerakan nasional Bhayangkari dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Workshop ecoenzim ini juga menghadirkan sesi edukasi mengenai manfaat ecoenzim sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengolahan limbah domestik.
Para instruktur nasional mengawal kegiatan secara daring dan memberikan panduan kepada seluruh cabang.
Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) turut memantau jalannya kegiatan untuk mengakui pencapaian jumlah ecoenzim yang dihasilkan secara serentak dari seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Bhayangkari berharap dapat terus menumbuhkan budaya hidup hijau di setiap keluarga Polri dan masyarakat luas.
Kegiatan di Cabang Tulang Bawang ditutup dengan penyimpanan hasil ecoenzim untuk digunakan di lingkungan asrama dan fasilitas umum sekitar.(*)